BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru PintasNews...
Informasi Cepat, Ringan, dan Mencerahkan
728 x 90 Top Banner Ads

Berita Terbaru

Lihat Semua ›

Nasional

Lihat Semua ›

Jawa Barat

Lihat Semua ›
Tampilkan postingan dengan label program -unggulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label program -unggulan. Tampilkan semua postingan

Terpenuhinya Gizi Jadi Fondasi Persiapan Generasi Masa Depan Indonesia



Sosialisasi program MBG di Makassar 

Makasar -- Pemenuhan gizi menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan generasi masa depan Indonesia. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, saat menjadi pembicara pada Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Jumat, 13 Maret 2026. 

Hadir pula kepala Sub Bag TU KPPG Makassar, Risma Ernawati, Tenaga Ahli DPR RI, Andi Muh Yusuf Amiruddin, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Ashabul Kahfi menegaskan bahwa pemenuhan gizi menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan generasi masa depan Indonesia. Menurutnya, visi besar Indonesia menuju Generasi Emas 2045 harus dimulai dari langkah nyata hari ini melalui peningkatan kualitas gizi anak-anak.

“Indonesia memiliki visi besar untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Namun visi tersebut harus selaras dengan apa yang kita lakukan hari ini. Salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi unggul adalah memastikan terpenuhinya asupan gizi yang baik dan seimbang bagi anak-anak Indonesia sehingga kita dapat mengurangi angka stunting dan mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik,” ujar Ashabul Kahfi. 

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Edukasi mengenai pola makan sehat, pemenuhan gizi ibu hamil, serta pola asuh anak yang baik menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia. 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta masyarakat, diharapkan program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dengan demikian, generasi Indonesia di masa depan dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Kir)

Irma : MBG Langkah Nyata Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

 


Sosialisasi program MBG di Oku Timur 


Oku Timur -- Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan gizi masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia yang membutuhkan partai semua pihak untuk menuntaskannya. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, saat Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Dapur SPPG, Jalan Martapura Belitang Ciptamuda, Kabupaten OKU Timur, Senin, 9 Maret 2026.

Sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Surdayati Deyang, Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional, Enny Indarti, Pejabat Pembuat Komitmen Badan Gizi Nasional, Muhammad Suhud, Kepala KPPG Palembang Nurya Hartika Sari, serta ratusan peserta sosialisasi. 

Dalam kesempatan tersebut, Irma Suryani menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya.

“Sebagaimana kita ketahui, masalah gizi masih menjadi tantangan serius di banyak daerah di Indonesia, termasuk di wilayah kita tercinta ini. Angka stunting dan kurang gizi di kalangan anak-anak masih perlu kita tangani secara bersama," tutur Irma. 

Oleh karena itu, pemerintah bersama DPR RI mendorong program makan bergizi gratis di sekolah sebagai langkah konkret untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Selanjutnya Irma juga menekankan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurutnya, anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

“Program ini tidak hanya tentang makanan, tetapi juga tentang investasi masa depan. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup akan tumbuh sehat, lebih cerdas, dan siap bersaing. Kita ingin anak-anak OKU Timur tumbuh menjadi generasi emas yang unggul dan berdaya saing,” tambahnya. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini serta turut berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program MBG. Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas di masa depan. (Nuh)

MBG Merupakan Wujud Perhatian Pemerintah




Sosialisasi program MBG di Kabupaten Oku

Kabupaten Oku -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya gizi masyarakat yang memiliki akses terbatas pada pangan yang berkualitas. 

Hal tersebut dapat anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani , saat menjadi pembicara pada sosialisasi program MBG di Dusun Trimulyo, Desa Battuwinangin, Kab Oku Induk, Rabu, 11 Maret 2026.Kegiatan sosialisasi program MBG ini dihadiri juga oleh Koordinator Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Dirga Repindo Agustiyan, Anggota DPRD Kab Oku, Rudi Hartono, serta perwakilan BGN. Ratusan peserta juga hadir yang sudah menantikan program tersebut. 

"Kami tentu menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat," tuturnya. Program ini terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya.

Irma Suryani juga menjelaskan tujuan pemerintah dalam membuat kebijakan MBG yang menjadi program strategis nasional. MBG ini akan diberikan merata ke seluruh Indonesia untuk menjangkau penerima manfaat.

Menurut Irma, program ini merupakan bagian dari upaya besar negara untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh dengan sehat, kuat, dan memiliki kemampuan belajar yang optimal. “Kita semua memahami bahwa gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan,” imnbuhnya.

Melalui program MBG, pemerintah berupaya memastikan bahwa anak-anak usia sekolah mendapatkan asupan makanan bergizi secara teratur, sehingga kebutuhan nutrisi mereka dapat terpenuhi dengan baik. 

Berikut ini ada 4 tujuan utama dalam program MBG:

1. Memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah

Pada masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Dengan adanya program makan bergizi gratis di sekolah, anak-anak dapat memperoleh makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak mereka.

2. Mendukung konsentrasi dan prestasi belajar

Anak-anak yang mendapatkan asupan makanan yang cukup akan memiliki energi yang lebih baik untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Mereka akan lebih fokus saat menerima pelajaran dari guru, lebih aktif dalam kegiatan sekolah, dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar mereka.

3. Membantu menurunkan angka stunting dan masalah gizi

Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang dihadapi Indonesia. Melalui pemberian makanan bergizi secara rutin kepada anak-anak sekolah, program ini diharapkan dapat membantu mencegah kekurangan gizi serta mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

4. Menggerakkan ekonomi lokal

Program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat di daerah. Bahan makanan yang digunakan seperti beras, sayuran, telur, ikan, dan buah-buahan dapat dipasok oleh petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal.  (Kir)

Nuroji : Tidak Hanya Peningkatan Gizi, MBG juga Ciptakan Lapangan Kerja Baru

 


Sosialisasi program MBG di Bekasi

Bekasi – Tidak hanya meningkatkan gizi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor dapur umum. 

“Dapur umum MBG melibatkan banyak pihak yang memasok bahan pangan. Mulai dari nelayan, peternak UMKM lokal dan lainnya,” tutur anggota Komisi Komisi IX DPR RI, Nuroji, saat sosialisasi program MBG di Gedung Serbaguna Istanaku, Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Senin, 9 Maret 2026. Sosialisasi program MBG juga dihadiri Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Anyelir Puspa Kemala, dan Kepala Sekolah SMP IT Al Madaniah, Didin Miftahudin Lutfi.

Selain itu, program MBG ini juga mendukung Sustainable Development Goals seperti pengurangan kelaparan, akses pendidikan berkualitas

Untuk itu, lanjut Nuroji, Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja, BGN terus memperluas implementasi program MBG dengan gencar melakukan sosialisasi. Kegiatan sosialiasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi sejak dini yang menjadi langkah awal menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan yang sama, Nuroji juga memaparkan mengenai tujuan pemerintah membentuk program strategis nasional MBG. Program baru ini adalah ide dari Presiden Prabowo dalam upayanya memberikan pelayanan ke masyarakat dengan memberikan penguatan gizi seimbang sejak dini.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada tahun 2025, dengan tujuan utama meningkatkan status gizi generasi muda, mengurangi stunting, malnutrisi, dan kemiskinan, serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045,” ucap Nuroji.

Program MBG juga dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor dapur umum, dan melibatkan nelayan, peternak, serta UMKM lokal. Selain itu, MBG mendukung Sustainable Development Goals seperti pengurangan kelaparan, akses pendidikan berkualitas. 

Nuroji juga menugnkapkan bahwa Komisi IX akan mengawasi langsung program nasional ini. Melalui pengawasan yang ketat dan terarah dapat memastikan makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi, bukan sekadar makanan pengganti.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Program MBG dengan empat prinsip yaitu pemenuhan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Menu yang dirancang dalam MBG sesuai kebutuhan gizi anak agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi sehat, cerdas, dan unggul yang menjadi pondasi bagi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.(Ris) 

 

 


Charles : MBG Tidak Boleh Sebatas Perencanaan


Sosialisasi program MBG di Bali


Bali -- Kebijakan gizi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh hanya kuat di tingkat perencanaan, tetapi harus hadir nyata di tengah masyarakat melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” tutur kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, saat menjadi pembicara pada Sosialisasi program MBG di Desa Gluntung, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan Wakil Ketua perwakilan Badan Gizi Nasional, serta anggota DPRD Tabanan.

Selanjutnya Charles menegaskan bahwa lembaga seperti Badan Gizi Nasional harus lebih aktif dan strategis dalam memastikan kebijakan gizi nasional benar-benar menjangkau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. "Kebijakan gizi tidak boleh hanya kuat di tingkat perencanaan, tetapi harus hadir nyata di tengah masyarakat. Melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Charles juga menekankan bahwa BGN tidak cukup hanya berperan sebagai regulator, tetapi harus menjadi motor edukasi gizi nasional. Ia mengingatkan bahwa meningkatnya penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, hingga gagal ginjal berkaitan dengan pola konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, sehingga orang tua perlu lebih aktif membimbing anak-anak dalam memilih makanan sehat.

"BGN Harus lebih aktif dan strategis dalam memastikan bahwa kebijakan gizi nasional betul-betul menjangkau masyarakat khususnya kelompok rentan termasuk anak." Lanjutnya.

Program MBG sendiri diperuntukkan bagi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka stunting, masalah gizi dan anemia, serta ketimpangan akses terhadap pangan bergizi.

Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan kesadaran terhadap masyarakat akan pentingnya gizi untuk tumbuh kembang anak dan mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis. (Nuh)

Uya Kuya Ajak Masyarakat Dukung Program MBG



Sosialisasi program MBG di Jakarta 


Jakarta --- Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan. Melalui sosialisasi program tersebut diharapkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya program MBG bisa ditingkatkan. 

Kali ini, sosialisasi program MBG digelar di Aula Majid Jami’ Ni’matul Ittihad, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Maret 2026. Sosialisasi   menghadapi anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, Perwakilan BGN, Muhammad Iqbal Salim, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk memastikan anak-anak usia sekolah memperoleh asupan gizi seimbang setiap hari," tutur Surya Utama atau akrab dipanggil Uya Kuya.

Tujuannya mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta peningkatan daya tahan tubuh sebagai fondasi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

MBG adalah upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu Uya berharap dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata. 

Disi lain, Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, keterlibatan petani, nelayan, serta pelaku usaha makanan dan minuman. 

Melalui sistem pengelolaan yang terstruktur dan dukungan arsitektur digital untuk pengawasan penggunaan anggaran, MBG diharapkan mampu memastikan distribusi gizi yang tepat sasaran sekaligus menciptakan pasar baru bagi produk pangan lokal serta membuka lapangan kerja di berbagai daerah. 

Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan lokal dan membuka peluang ekonomi bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha di daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. (Ris)

Kehadiran MBG Jawaban Atas Permasalahan Gizi di Indonesia


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Oku Induk


Kabupaten Oku Induk -- Program MBG hadir untuk menjawab tantangan permasalahan gizi yang terjadi di masyarakat. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, saat memberikan materi pada sosialisasi program MBG di Kantor Desa SP 3, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Oku Induk, Selasa, 10 Maret 2026. 

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala KPPG Palembang, Nurya Hartika Sari, Kepala Regional SPPG Sumatara Selatan, Diana Putri, Kades SP3, Al Azhari, serta ratusan masyarakat.

*Kami menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil," tutur Irma. 

Program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya.

“Saya sengaja datang ke Paninjauan ini bukan sekadar mau seremonial. Saya datang karena saya ingin memastikan bahwa program besar pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis, bukan cuma sampai di telinga Bapak dan ibu sekalian lewat berita di TV, tapi harus benar-benar sampai ke piring anak-anak kita di OKU,” papar Irma.

MBG hadir untuk menjawab tantangan permasalahan gizi yang terjadi di masyarakat. Gizi yang terpenuhi tentunya akan menambah pertumbuhan seseorang menjadi lebih optimal. Kedepannya, dengan memberikan gizi seimbang secara masif diseluruh Indonesia akan lahir generasi berkualitas yang akan menjawab tantangan dimasa depan.

“Kita masih punya tantangan besar yang namanya stunting. Anak yang kurang gizi itu bukan cuma badannya yang kecil, tapi otaknya tidak berkembang maksimal. Kalau otaknya tidak berkembang, bagaimana dia mau bersaing jadi dokter, jadi tentara, atau jadi pemimpin bangsa nanti? Kita tidak mau anak-anak kita kalah sebelum berperang hanya karena perut mereka kosong atau gizinya asal-asalan,” jelas Irma.

Irma Suryani juga berharap program yang dirancang pemerintah sedemikian rupa ini dapat bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya yaitu mengenai peran masyarakat yang bisa menjadi petugas di dapur sehat untuk meningkatkan perekonmiannya.

“Saya ingin program ini juga dapat menggerakkan ekonomi warga local di OKU. Sayurnya harus beli dari kebun warga di sini, ayamnya dari peternak di Peninjauan, telurnya dari sini juga. Jadi, anak-anak kita sehat, kantong Bapak/Ibu sekalian juga ikut terisi karena hasil buminya laku dibeli program ini,” tukasnya. (Nuh)

Sri Meliyana : Kehadiran BGN untuk Perkuat Sinergi Program Gizi Nasional



Sosialosasi program MBG di Lahat, Sumatera Selatan 


Lahat -- Kehadiran  Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun daerah. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopoan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu, 7 Maret 2026. “Kehadiran  Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program MBG di tingkat nasional maupun daerah, “ tutur Sri Meliyana. 

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Tenaga Layanan Ops Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Rahma Dewi Auliyasari, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dijelaskan Sri Meliyana, program MBG dibentuk dengan bertujuan untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus menekan angka gizi buruk dan stunting pada anak. Untuk itu,  kehadiran  BGN merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun daerah, tentu dengan melibatkan masyarakat sebagai kontrol agar nantinya program ini tetap berjalan baik, berkesinambungan dan berhasil bagi masa depan bangsa Indonesia.

Menurut Sri Meliyana, program makan bergizi adalah kunci dalam membangun generasi cerdas. Ketika pemerintah menghadirkannya secara gratis, itu memudahkan rakyat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang benar. Program ini juga menjadi edukasi bahwa makanan bergizi bukan makanan berlemak, tetapi makanan sehat sesuai kebutuhan tubuh.

“MBG mampu menjadi kebiasaan baik, khususnya bagi anak-anak, harapannya mereka akan mendapatkan makanan bergizi di sekolah yang sesuai dengan nilai gizi diusianya yang kemudian dapat terbawa hingga ke rumah,” ujar Sri Meliyana.

Ia juga menegaskan bahwa program strategis nasional ini sudah tepat dalam mengatasi permasalahan gizi yang terjadi dimasyarakat khususnya yang terjadi pada anak-anak. 

“Program MBG ini sebagai edukasi yang dapat mengajari kita sebagai orang tua untuk meneruskan gizi yang sudah diberikan menu yang disajikan dengan menyempurnakannya dirumah. Inti dari MBG adalah menyehatkan dan mengedukasi kita sebagai orang tua dalam pemenuhan gizi untuk anak anak kita,” tambahnya. 

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional juga membuka layanan pengaduan program MBG jika adanya temuan. Permasalahan dalam menu makakanan MBG bisa dicarikan solusi secara bersama sama dengan mengadu ke kanal yang tepat yaitu website BGN dan layanan Call Center 127.(Kir) 

 


Meliyana : Program MBG untuk Membangun Generasi yang Sehat, Cerdas dan Berdaya Saing


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Lahat 


Kabupaten Lahat – Program Makan Bergizi Gratis (MBG)  bertujuan membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. 

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” tutur anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, saat menjadi pembicara pada sosialisasi program MBG di Gedung Pendopoan Kabupaten Lahat, Selasa, 10 Maret 2026. Hadir pula , Tenaga Layanan Operasional Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Rahma Dewi Auliyasari, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dijelaskan Meliyana, program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah yang bertujuan membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. “Program ini juga menjadi langkah nyata untuk menekan angka gizi buruk dan stunting di Indonesia,” ujar Sri Meliyana.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Badan Gizi Nasional menjadi penguatan penting dalam koordinasi dan integrasi berbagai program gizi di tingkat nasional hingga daerah. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai bentuk pengawasan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan program.

Sri Meliyana juga menekankan bahwa makanan bergizi memiliki peran penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, program MBG tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan bangsa.

“Makan bergizi adalah kunci. Ketika pemerintah menghadirkannya secara gratis, itu memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang benar. Program ini juga menjadi edukasi bahwa makanan bergizi bukan berarti makanan berlemak, tetapi makanan sehat sesuai kebutuhan tubuh,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa menu makanan dalam program MBG telah disusun oleh ahli gizi untuk memastikan kandungan nutrisi yang seimbang bagi penerima manfaat.

“Makan bergizi mengandung protein dan karbohidrat yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak. Program ini menyasar anak sekolah dari SD hingga SMA, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui. Untuk mencapai Generasi Emas 2045, pembangunan gizi harus dimulai sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuh” pungkasnya.(Ris) 

 


Rahmawati Berharap Program MBG Lahirkan Generasi Hebat


Sosialisasi program MBG di Bandar Lampung 

Bandar Lampung ---- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya bagi anak-anak.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, saat melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra dari Badan Gizi Nasional di Bandar Lampung.

Sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Komplek Villa Mas, Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung pada Jumat, 6 Maret 2026. Sosialisasi program MBG ini juga dihadiri oleh Ketua KPPG Lampung, Achmad Hery Setiawan, Camat Tajung Karang Timur, Dedi Saputra, Camat Tajung Karang, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Rahmawati Herdian menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

“Program ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan,” ujar Rahmawati.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah akan terus mengawal program yang sudah berjalan ini. Kami juga memohon dukungan dari bapak dan ibu semua agar ikut serta dalam kegiatan yang baik ini. Dengan dukungan bersama, kita dapat mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas,” tambah Rahmawati.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia serta mendukung terwujudnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. (Hid)

Putih : Pemahaman Masyarakat tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Terus Ditingkatkan


Sosialisasi program MBG di Karawang 

Karawang ---  Pemahaman warga tentang pentingnya gizi seimbang terus ditingkatkan. Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pun terus digencarkan.

Sosialisasi program MBG kali ini digelar di Aula Desa Wadas Kecamatan Teluk Jambe Timur. Kabupaten Karawang, pada Kamis, 5 Maret 2026. 
Sosialisasi program MBG menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan diikuti ratusan masyarakat.
"Pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil, merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Perbaikan kualitas gizi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan," tutur Putih. 

Dijelaskan Putih, pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak dan ibu hamil merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, kehadiran Badan Gizi Nasional melalui berbagai programnya menjadi langkah yang sangat penting dalam membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap makanan yang sehat dan bergizi. 

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, serta masyarakat sangat diperlukan agar program-program peningkatan gizi dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi yang seimbang. Oleh karenanya, mari kita bersama-sama mendukung program ini serta turut mengawasi pelaksanaannya agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat,” imbuh Putih Sari.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Indonesia khususnya warga Tulungagung dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang. Selain itu, kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (Nuh)

Obon : MBG Upaya Tingkatkan Sumber Daya Manusia


Sosialisasi program MBG di Bekasi 
.

Bekasi --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, saat menjadi pembicara pada kegiatan sosialisasi program MBG di Balai Warga RW 011 Perumahan Telaga Harapan, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 8 Maret 2026.

pada kesempatan tersebut Obon mengakui bahwa program MBG memang memiliki tantangan dalam pelaksanaannya. Namun menurutnya, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut tetap harus dijalankan karena berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas manusia Indonesia.

“Walaupun program ini cukup rumit, tapi harus tetap berjalan. Membangun infrastruktur memang penting, tetapi membangun manusia jauh lebih penting untuk masa depan bangsa,” ujar Obon.

Ia menjelaskan bahwa program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus menurunkan angka stunting di Indonesia. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja serta perputaran ekonomi di sekitar lokasi pelaksanaan program.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, Obon menegaskan bahwa Komisi IX terus memantau pelaksanaan program tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa berbagai perbaikan terus dilakukan sejak program ini diluncurkan, termasuk peningkatan standar operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, saat ini pengelolaan dapur MBG telah dilengkapi dengan instalasi pengolahan limbah serta standar kebersihan yang lebih ketat. Para tenaga dapur juga diwajibkan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi guna memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami manfaat program MBG sekaligus berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaannya agar program tersebut berjalan tepat sasaran dan mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. (Hid)
 

Ashabul Kahfi : Sosialisasi MBG Dorong Kesadaran Tekan Angka Stunting



Sosialisasi Program MBG di Makassar


Makassar – Kesadaran masyarakat terhadap konsumsi makanan bergizi sebagai langkah utama menekan angka stunting. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, saat menjadi pembicara pada sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cafe Vaan In Sky Tamarunang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 8 Maret 2026. “Persoalan stunting masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia,” tutur Ashabul. 

Ia menyebutkan bahwa secara regional, angka stunting Indonesia masih berada pada posisi tinggi dibandingkan negara lain di kawasan.

“Indonesia angka stunting itu berada di urutan kedua, hanya di bawah Bangladesh di kawasan ASEAN. Karena itu pemerintah menghadirkan program Makan Bergizi Gratis untuk memperbaiki kondisi tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi,” ujarnya.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Dengan pemenuhan gizi yang baik sejak dini, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik.

Ashabul Kahfi juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Selain meningkatkan asupan gizi, program MBG juga diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekitar melalui keterlibatan berbagai pihak dalam penyediaan bahan pangan.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi ini masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan bergizi seimbang serta mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya bersama menurunkan angka stunting dan mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (Ris) 

 

 


Zainul : Program MBG Miliki 2 Tujuan Penting



Sosialisasi program MBG di Sukabumi 


Sukabumi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dua tujuan utama yang sangat penting bagi masa depan bangsa. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin,saat menjadi narasumber sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Masjid Perahu Cicurug purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 7 Maret 2026. 

Sosialisasi tersebut dihadiri juga oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Aang Erlan Hudaya, perwakilan dari Badan Gizi Nasional, Mochamad Shamsul Arif, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai Program MBG yang saat ini banyak menjadi perbincangan publik.

“Belakangan ini banyak pembahasan mengenai program makan bergizi gratis di media sosial. Karena itu saya menghadirkan langsung pihak dari Badan Gizi Nasional agar masyarakat dapat memperoleh penjelasan secara terbuka mengenai program ini,” ujar Zainul.

Menurut Zainul, program MBG memiliki dua tujuan utama yang sangat penting bagi masa depan bangsa. “Tujuan pertama adalah untuk mengatasi persoalan gizi anak-anak Indonesia. Saat ini angka stunting masih cukup tinggi dan masih banyak anak yang berangkat ke sekolah dalam kondisi belum mendapatkan asupan gizi yang cukup,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa program ini juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

“Tujuan kedua adalah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya dapur-dapur MBG di berbagai daerah, program ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan rantai ekonomi masyarakat,” kata Zainul.

Zainul juga mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari program tersebut, terutama dalam penyediaan bahan pangan bagi dapur MBG.

“Program ini sebenarnya menciptakan pasar baru bagi masyarakat. Setiap dapur memiliki jumlah penerima manfaat yang pasti setiap hari sehingga kebutuhan bahan pangan juga akan terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami secara utuh tujuan program MBG sekaligus mengambil bagian dalam ekosistem ekonomi yang tercipta dari pelaksanaan program tersebut.(Hid)


Ade : MBG Berlandaskan Keadilan untuk Pemenuhi Gizi Masyarakat


Sosialisasi program MBG di Bukittinggi, Sumatera Barat 


 Bukittinggi --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah besar untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga. Program ini berlandaskan pada keadilan dan pemerataan. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama, pada sosialisasi program MBG di Pondok Pesantren H. Muhammad Nadis, Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat , 6 Maret 2026.

"Program yang diinisiasi oleh pemerintah ini merupakan langkah besar untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga,"tutur Ade.

Untuk pertama kalinya pemerintah secara khusus mengalokasikan anggaran guna menjamin pemenuhan gizi anak-anak di sekolah. Ia menilai kebijakan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Program Makan Bergizi Gratis ini berlandaskan asas keadilan dan pemerataan. Tanpa melihat siapa orang tuanya, apakah petani, nelayan, pedagang, atau pejabat, seluruh anak mendapatkan menu dan porsi yang sama agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi dan mereka bisa belajar dengan lebih fokus di sekolah,” kata Ade.

Ia juga menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, tetapi juga memberikan efek positif bagi perekonomian daerah. Keterlibatan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan dinilai dapat mendorong perputaran ekonomi di tingkat daerah.

Ade berharap melalui sosialisasi ini masyarakat, khususnya lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan, dapat memahami tujuan serta manfaat program MBG sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda. (Kir)

Program MBG untuk Peningkatan Kesehatan dan Ekonomi


Sosialisasi program MBG di Sukabumi 

Sukabumi -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang memiliki dampak tidak hanya pada sektor kesehatan tetapi juga pada perekonomian masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, pada Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama BGN sebagai mitra kerja di Hotel & Restoran Augusta Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Minggu, 8 Maret 2026.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Saerahman, serta Tenaga Konsultan Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Badan Gizi Nasional (BGN), Hizbullah Yusuf. 

"Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang memiliki dampak luas, tidak hanya pada sektor kesehatan tetapi juga pada perekonomian masyarakat," tutur Zainul.

Dijelaskan Zainul, program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan memastikan anak-anak peserta didik memiliki kecukupan gizi ketika berangkat ke sekolah. "Anak-anak yang berangkat ke sekolah dengan kondisi perut kosong tentu tidak dapat menerima pelajaran secara maksimal,” ujar Zainul.

Selanjutnya Zainul juga menjelaskan bahwa selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Melalui dapur-dapur MBG yang beroperasi di berbagai daerah, kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, sayur, buah, dan sumber protein lainnya akan meningkat.

“Tujuan kedua dari program ini adalah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Jika kebutuhan bahan baku tersebut dapat dipenuhi oleh masyarakat sekitar, maka program ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat,” jelasnya. 

Zainul juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan program MBG, tetapi ikut terlibat dalam rantai pasok bahan pangan bagi dapur-dapur MBG. Menurutnya, peluang ekonomi dari program ini sangat besar apabila dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku usaha lokal maupun kelompok masyarakat.

“Saya berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton atau pengkritik saja, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem rantai pasok bahan baku dapur MBG,” tegasnya. 

Disisi lain, program MBG juga dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui keterlibatan koperasi, BUMDes, serta pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami manfaat dan tujuan program MBG secara lebih luas serta turut berpartisipasi dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan. (Nuh)

Sosialisasi MBG, BGN Diminta Lebih Aktif Pastikan Peningkatan Gizi Masyarakat



Sosialisasi program MBG di Bali 

Tabanan -- Badan Gizi Nasional (BGN) diminta lebih aktif dalam memastikan kebijakan gizi nasional agar benar-benar menjangkau masyarakat. Khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, saat memberikan sambutan secara dari pada Sosialisasi program MBG di Wantilan Pura Dalem Manik Gunung, Desa Selan Bawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu, 8 Maret 2026.

Sosialisasi program MBG ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Gizi Nasional, anggota DPRD Tabanan dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Charles Honoris menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional harus lebih aktif dan strategis dalam memastikan kebijakan gizi nasional agar benar-benar menjangkau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Lewat Program MBG, kami berharap menjadi titik awal untuk kesehatan dan perbaikan gizi di Indonesia” ujarnya.

Charles juga menilai BGN tidak cukup hanya berperan sebagai regulator, tetapi perlu menjadi motor penggerak edukasi gizi nasional. Ia mengingatkan bahwa meningkatnya penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, hingga gagal ginjal berkaitan erat dengan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, sehingga orang tua perlu lebih aktif mengarahkan anak dalam memilih makanan sehat.

Program MBG sendiri diperuntukkan bagi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini hadir sebagai upaya menekan angka stunting, mengatasi masalah gizi dan anemia, serta memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat edukasi gizi dan memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan lebih merata demi membangun generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing. (Ris)

Pelaksanaan MBG Miliki Tantangan, Obon : Perbaikan Terus Dilakukan


Sosialisasi program MBG di Bekasi 


Bekasi -- Pelaksanaan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki sejumlah tantangan. Dukungan masyarakat dibutuhkan untuk suksesnya program ini. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, saat sosialisasi program MBG di Balai Warga RW 011 Perumahan Telaga Harapan, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 8 Maret 2026.

Di peserta sosialisai, Obon mengakui bahwa program MBG memang memiliki tantangan dalam pelaksanaannya. Namun menurutnya, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut tetap harus dijalankan karena berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas manusia Indonesia.

“Walaupun program ini cukup rumit, tapi harus tetap berjalan. Membangun infrastruktur memang penting, tetapi membangun manusia jauh lebih penting untuk masa depan bangsa,” ujar Obon.

Ia menjelaskan bahwa program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus menurunkan angka stunting di Indonesia. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja serta perputaran ekonomi di sekitar lokasi pelaksanaan program.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, Obon menegaskan bahwa Komisi IX terus memantau pelaksanaan program tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa berbagai perbaikan terus dilakukan sejak program ini diluncurkan, termasuk peningkatan standar operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, saat ini pengelolaan dapur MBG telah dilengkapi dengan instalasi pengolahan limbah serta standar kebersihan yang lebih ketat. Para tenaga dapur juga diwajibkan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi guna memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami manfaat program MBG sekaligus berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaannya agar program tersebut berjalan tepat sasaran dan mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.(Ris) 

MBG Kunci Membangun Generasi Bangsa


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Lahat

Lahat --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kunci dalam membangun generasi bangsa. Untuk itu sosialisasi program ini terus digencarkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya program tersebut.

Sosialisasi program MBG kali ini digelar di Gedung Pendopoan, Kabupaten Lahat, Kamis, 5 Maret 2026. Sosialisasi kali ini menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, bersama Tenaga Layanan Operasional Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Rahma Dewi Auliyasari, tokoh masyarakat Lahat, Rizal Enani, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Sri Meliyana menegaskan bahwa MBG adalah kunci dalam membangun generasi bangsa. "Ketika pemerintah menghadirkannya secara gratis, itu memudahkan rakyat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang benar.," tuturnya. 

Program ini juga menjadi edukasi bahwa makanan bergizi bukan makanan berlemak, tetapi makanan sehat sesuai kebutuhan tubuh. Ia berharap MBG mampu menjadi kebiasaan baik, khususnya bagi anak-anak.

“Makanan bergizi itu sangat penting karena tubuh kita terutama untuk generasi penerus bangsa memerlukan asupan nutrisi yang baik. Kebutuhan gizi , sangat di perhatikan dalam program Makan Bergizi Gratis yaitu sebagai penerima manfaat diantaranya anak - anak, ibu menyusui, ibu hamil. Kalau makanan bergizi sudah di berikan maka peran orang tua untuk melengkapi gizi saat anak di rumah,” ucap Meliyana.

Lebih lanjut, Sri Meliyana menegaskan bahwa kehadiran Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun daerah, tentu dengan melibatkan masyarakat sebagai kontrol agar nantinya program ini tetap berjalan baik, berkesinambungan dan berhasil bagi masa depan bangsa Indonesia..

Selain itu, MBG juga bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, saja, namun juga dirancang untuk menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan perekonomian masyarakat local. Melalui Program MBG, pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia mendapat asupan makanan sehat dan bergizi. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia. (Ris)

Uya Kuya Ajak Masyarakat Dukung Program MBG


Sosialisasi program MBG di Jakarta 

 Jakarta -- Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, atau akrab dipanggil Uya Kuya saat menggelar kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja pemerintah di Gedung IK-LIMKOS DKI, Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 Maret 2026.

Dijelaskan Surya Utama, sosialisasi program MBG ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak dan kelompok rentan melalui Program MBG. 

"Untuk itu kami sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG ini. MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," tutur Surya Utama.

Ditambahkan Surya Utama, program MBG adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing. Program ini tidak hanya memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pelibatan petani, nelayan, koperasi, serta pelaku usaha lokal,” ujar Surya Utama.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung serta mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Mari kita dukung dan kawal bersama pelaksanaan Program MBG agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini serta turut berperan aktif dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Ris)

Home Nasional Video