TRENDING: PintasNews — informasi cepat, ringan, dan mencerahkan.
Light & Enlighten
728 x 90 Top Banner Ads
BREAKING NEWS Stunting, Permasalahan Serius yang Harus Ditangani Bersama • Program MBG, Gerakan Nasional Perbaiki Gizi Anak Bangsa • Bupati Karawang Resmikan Pelayanan BPJS di RSUD Rengasdengklok • KDM Perkuat Pemerataan Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Ekologi
Headline

Wajah Baru PintasNews untuk Informasi Cepat dan Mencerahkan

Nasional · 3 menit baca
Cirebon

Update daerah tersaji ringkas untuk pembaca Ciayumajakuning

Ekbis

UMKM dan ekonomi digital menjadi fokus konten PintasNews

Lifestyle

Gaya hidup dan informasi ringan untuk pembaca harian

Jawa Barat

Lokal

Berita daerah pilihan

Politik

Politik

Isu publik dan pemerintahan

Ragam

Ragam

Ekbis, otomotif, kesehatan, lifestyle

Berita Pilihan

Lihat Semua

Nasional

Lihat Semua

Jawa Barat

Lihat Semua

Ekbis & Lifestyle

Lihat Semua

Video Terbaru

Lihat Semua

Update pilihan redaksi PintasNews

Video · PintasNews

Kabar daerah dan komunitas

Video · Jawa Barat

Ekbis, UMKM, dan ekonomi digital

Video · Ekbis

Lifestyle dan informasi ringan

Video · Lifestyle

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label program- prioritas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label program- prioritas. Tampilkan semua postingan

Stunting, Permasalahan Serius yang Harus Ditangani Bersama


Sosialisasi program MBG di Karawang 


Karawang --- Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kali ini Sosialisasi program MBG digelar di Gedung GOW, Karawang Barat, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Anggota DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat.

Sosialisasi program MBG di Karawang Barat ini dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, sebagai narasumber utama. Sosialisasi ini dihadiri pula oleh Kasubag TU KPPG Cirebon Badan Gizi Nasional, Eric Dyan Nurdiyansyah, serta ratusan peserta undangan yang berasal dari masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa persoalan stunting dan kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, kualitas generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh asupan gizi yang diperoleh sejak dini.

“Persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut kualitas generasi penerus bangsa. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang baik akan tumbuh lebih sehat, aktif, dan memiliki kemampuan belajar yang lebih optimal. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Putih Sari.

Ia menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.

“Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, mendapatkan akses terhadap makanan sehat dan bergizi. Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pola hidup sehat harus menjadi bagian dari budaya di lingkungan keluarga dan masyarakat,” lanjutnya.

Putih Sari juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlangsungan program ini. Pengawasan bersama sangat penting agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Program MBG juga harus diiringi dengan perubahan pola konsumsi dan perilaku hidup sehat. Edukasi menjadi sangat penting agar masyarakat memahami bahwa makanan bergizi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya bersama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Semangat Kolaborasi Dibutuhkan untuk Suksesnya Program MBG


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Bandung 


Bandung --- Semangat kolaborasi penting untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Komisi IX DPR RI, H. Asep Romy Romaya, pada Sosialisasi Program MBG di Kampung Bedas Agrowisata & Camping Ground, Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Mei 2026. Turut hadir Kepala KPPG Bandung Ramzi, S.STP, M.AP, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ir. Hj. Ningning serta ratusan masyarakat yang terlihat antusias mengikuti sosialisasi tersebut.

Pada kesempatan itu Asep menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan program-program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.

"Program MBG merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kami akan terus berkomunikasi dan mendorong berbagai program agar dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Asep.

Pada saat itu Asep juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung dan menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami materi yang disampaikan dan turut menyampaikan informasi ini kepada masyarakat lainnya,” tambahnya. 

Disisi lain, program ini tidak sekadar memberikan makanan gratis, tetapi memastikan masyarakat memperoleh asupan makanan yang bergizi dan seimbang. Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan, evaluasi, serta inovasi dalam pelaksanaan program agar manfaatnya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat Program Makan Bergizi Gratis serta dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program pemerintah guna menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan sejahtera. (Ris)

Program MBG, Upaya Penuntasan Stunting Serta Ciptakan General Sehat dan Cerdas


Sosialisasi program MBG di Bekasi 


Bekasi --- Persoalan stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah kesehatan semata, tetapi menyangkut kesiapan bangsa dalam menghadapi masa depan. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, saat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Futsal Arena, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis, 7 Mei 2026. Sosialisasi juga dihadiri oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

drg. Putih Sari menekankan bahwa persoalan stunting bukan hanya isu kesehatan, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Ia menyebut pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Persoalan stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah kesehatan semata, tetapi menyangkut kesiapan bangsa dalam menghadapi masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang baik akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik,” ujar Putih Sari. 

Ia juga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di berbagai daerah.

“Program ini bukan hanya tentang pembagian makanan, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif bahwa pola konsumsi sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tambahnya. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya gizi seimbang, pencegahan stunting, serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Ris)

Program MBG, Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat


Sosialisasi program MBG di Bekasi 

Bekasi --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan anggota komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, pada Sosialisasi program MBG yang digelar di Aula Kantor Desa Sukamantri, Kabupaten Bekasi, Kamis, 7 Mei 2026.

"Program MBG ini sangat penting," tutur Putih. Program MBG, lanjut Putih, merupakan sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. 

Putih Sari menilai persoalan gizi dan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Persoalan stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah kesehatan semata, tetapi menyangkut kesiapan bangsa dalam menghadapi masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang baik akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik,” ujar Putih Sari.

Ia menambahkan, Program MBG merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

“Program ini bukan hanya tentang pembagian makanan, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif bahwa pola konsumsi sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tambahnya.

Putih Sari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Program MBG agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat yang kuat menjadikan program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Tingkatkan Pemahaman, Sosialisasi Program MBG Terus Ditingkatkan


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 

 

Karawang -- Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar. Sosialisasi Program MBG merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang. 

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Gedung PGRI, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu, 6 Mei 2026.

Tak hanya dihadiri oleh anggota DPR RI, Putih Sari, sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Kasubag TU KPPG Cirebon Badan Gizi Nasional, Eric Dyan Nurdiyansyah, dan ratusan peserta undangan yang antusias menyambut kehadiran program MBG di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa persoalan stunting dan kekurangan gizi merupakan tantangan serius yang harus ditangani bersama karena berkaitan langsung dengan masa depan bangsa.

“Masalah gizi dan stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi cukup akan tumbuh lebih sehat, memiliki perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas,” papar Putih Sari. 

Ia menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus membantu menekan angka stunting di berbagai daerah.

“Program ini bukan sekadar memberikan makanan kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan mengawasi pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. 

Keberhasilan program MBG membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar implementasinya berjalan optimal dan tepat sasaran. Masyarakat juga dapat berperan aktif di program ini dengan menjadi petugas ataupun penyuplai barang ke dapur MBG.

Dengan adanya program MBG, masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta penerapan pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Ris)

Gizi dan Stunting Masih Jadi Permasalahan Serius


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 

Karawang --- Persoalan gizi dan stunting merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gor Bulu Tangkis, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Rabu, 6 Mei 2026. 

"Persoalan gizi dan stunting merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, " tutur Putih 

Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak dan ibu hamil merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi cukup dan seimbang akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, daya tahan tubuh yang kuat, serta peluang tumbuh kembang yang optimal,” ujar Putih Sari. 

Ia juga menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sekadar pemberian makanan, tetapi menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi setiap hari,” tambahnya. 

Pemenuhan gizi sejak usia dini sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan secara terukur melalui edukasi gizi, sanitasi yang baik, serta keterlibatan aktif keluarga.

Melalui kegiatan sosialisasi Program MBG ini masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup sehat, serta upaya pencegahan stunting demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing. Kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Kir)

Cellica Minta Peran Masyarakat Awasi Program MBG


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 


Karawang -- Anggota DPR RI meminta masyarakat turut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lemah Karya Karawang Selasa, 5 Mei 2026.

" Peran aktif masyarakat penting dalam mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal dan tepat sasaran, " tutur Cellica. 

Namun ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

“Tugas kami di DPR adalah pengawasan. Jadi kalau ada yang tidak benar dalam hal program MBG, silakan lapor. Tidak usah diviralkan dulu. Lapor ke saya, kepala desa, atau camat, nanti kita cek bersama. Kalau memang ada kesalahan, dapur SPPG bisa kita hentikan sementara untuk evaluasi,” tutur Cellica. 

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting dalam kegiatan sosialisasi yang menekankan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam menyempurnakan program. Menurutnya, transparansi dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal.

Lebih lanjut, dr. Cellica juga menyampaikan komitmen untuk memperluas jangkauan penerima manfaat MBG di Karawang melalui pembangunan dapur SPPG secara bertahap. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut harus mengutamakan kualitas dan standar yang ketat.

“Kita tidak ingin terburu-buru, karena ini menyangkut kualitas gizi dan kesehatan generasi masa depan. Semua harus memenuhi standar, melalui proses monitoring yang baik. Tujuan kita jelas, mengurangi stunting, mencegah gizi buruk, dan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Program MBG sendiri dinilai memiliki dampak positif, tidak hanya dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor pangan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami esensi program MBG serta turut berperan aktif dalam pengawasan dan keberlanjutannya. Dukungan publik menjadi faktor penting dalam memastikan program ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa. (Ris)

Program MBG Dorong Peningkatan Gizi dan Pertumbuhan Ekonomi


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 


Karawang -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana, saat sosialisasi Program MBG yang digelar di GOR Kiara, Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu, 6 Mei 2026. 

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala KPPG Bogor, Haidir Nutrisionis, Ahli Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Meidina serta ratusan peserta yang merupakan masyarakat setempat.

“Program ini merupakan salah satu asta cita Bapak Presiden kita. Kerangka besarnya dimulai dari ibu hamil yang diharapkan mendapat gizi yang cukup dan seimbang. Lalu anaknya lahir sempurna, tumbuh sehat, cerdas dan punya kualitas. Sehingga saat tercapainya Indonesia Emas 2045 mendatang, muncul generasi hebat yang membangun bangsa,” ujar Cellica. 

Ia juga menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dengan Program Makan Bergizi Gratis, perputaran ekonomi di daerah tumbuh. Hadirnya SPPG mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Petani dan pengusaha lokal juga mendapat berkah sebagai penyuplai bahan untuk menu MBG,” tambahnya. 

Selain membahas pentingnya pemenuhan gizi, Cellica juga menyoroti persoalan stunting di Kabupaten Karawang. Menurutnya, tingginya angka stunting banyak ditemukan di wilayah perkotaan akibat pola asuh dan kurangnya perhatian terhadap asupan makanan anak. Dengan adanya program MBG diharapkan dapat menekan fenomena tersebut. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini serta turut mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Nuh)

Delia Pratiwi: Bangsa yang Besar Lahir dari Generasi yang Sehat


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Langkat 


Langkat -- Bangsa yang besar lahir dari generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Sitepu, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lapangan Desa Suka Ramai, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Acara sosialisasi tersebut juga dihadiri Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, T. Agung Kurniawan, dan Camat Padang Tualang Muhammad Iswanda.

Dalam kesempatan tersebut, Delia Pratiwi Sitepu, menegaskan pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi utama dalam membangun generasi bangsa yang unggul. Ia menyampaikan bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang menghadapi persoalan kekurangan gizi, sehingga berdampak pada tumbuh kembang mereka.

“Bangsa yang besar lahir dari generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Namun kenyataannya, kita masih menghadapi persoalan serius di bidang gizi. Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai jawaban agar tidak ada satu pun anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mendapatkan makanan yang sehat,” ujar Delia.

Ia juga menekankan bahwa program MBG bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, program ini mampu menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari daerah setempat.

“Dengan mendorong Program MBG ini, kita ingin melahirkan generasi yang sehat, aktif, dan produktif. Tentunya, hal ini membutuhkan asupan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman, yang bersumber dari pangan lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Delia menjelaskan bahwa program MBG menyasar berbagai kelompok, mulai dari peserta didik jenjang PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membiasakan pola makan sehat guna mewujudkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gizi semakin meningkat serta mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (Ris)

Delia Pratiwi : Persoalan Gizi Masih Jadi Tantangan Bersama


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Langkat 


Langkat -- Persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Sitepu, di Lapangan Sekolah Yaspen, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Selasa, 5 Mei 2026.

Sosialisasi juga dihadiri perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), unsur pemerintah setempat dan dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah menantikan sejak lama program MBG.

"Persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama, " tutur Delia.

Ia menyoroti masih adanya kasus stunting dan anemia pada anak-anak dan remaja yang berpotensi menghambat kualitas generasi masa depan.

“Kita semua memahami bahwa gizi adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Anak-anak kita adalah generasi penerus, calon pemimpin, dan penggerak pembangunan di masa depan. Namun realita yang masih kita hadapi hari ini menunjukkan bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan besar bangsa ini,” ujar Delia.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bagian dari komitmen negara dalam menjamin hak dasar masyarakat.

“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar memberikan makanan secara cuma-cuma, namun merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak dasar mereka, yaitu tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” tegasnya.

Menurut Delia, program ini juga menjadi langkah strategis dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi merupakan kunci utama kemajuan bangsa.

“Anak-anak yang sehat hari ini adalah pemimpin yang tangguh di masa depan. Karena itu, investasi terbesar bangsa bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada pembangunan kualitas manusia,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga.

“Keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja sama semua pihak. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat, dan peran guru serta sekolah sangat vital dalam mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta mendukung pemenuhan gizi anak-anak sebagai langkah awal menuju bangsa yang kuat dan berdaya saing.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (Nuh)

Kualitas Generasi Bangsa Ditentukan Pemenuhan Gizi yang Baik Sejak Dini


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Langkat

Langkat --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kegiatan sosialisasi kali ini berlangsung di Lapangan Desa PIR ADB, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat pada Senin, 4 Mei 2026.

Sosialisasi yang disambut antusiasme warga Besitang itu dihadiri oleh pembicara utama Anggota Komisi IX DPR RI Delia Pratiwi Sitepu, Koordinator Regional BGN Sumatera Utara T. Agung Kurniawan, hingga ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Delia Pratiwi menegaskan bahwa kualitas generasi bangsa sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi sejak dini. Ia menyoroti bahwa masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

“Bangsa yang besar lahir dari generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Namun kenyataannya, kita masih menghadapi persoalan serius di bidang gizi. Program makan bergizi gratis hadir sebagai jawaban agar tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kekurangan makanan sehat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Makan bergizi adalah kunci. Ketika pemerintah menghadirkannya secara gratis, itu memudahkan rakyat memenuhi kebutuhan gizi. MBG bukan sekadar program kesehatan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Delia menyampaikan bahwa Kabupaten Langkat memiliki potensi besar dalam mendukung keberhasilan program ini melalui sumber daya pangan lokal.

“Langkat memiliki kekayaan sumber pangan yang luar biasa, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga peternakan. Potensi ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung keberhasilan program MBG sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Program MBG menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari peserta didik PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan prinsip makanan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) berbasis pangan lokal.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi serta berperan aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi masa depan bangsa. {Ris) 

Pemenuhan Gizi yang Baik, Investasi untuk Indonesia Emas 2045


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Lahat 


Langkat -- Indonesia tengah menghadapi bonus demografi menuju tahun 2045. Karenanya kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dipersiapkan sejak dini.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi br Sitepu, pada sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Lapangan Desa Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Koordinator Regional BGN Sumatera Utara, T. Agung Kurniawan, serta tokoh masyarakat setempat Yahya Sitepu. 

Dalam paparannya, Delia Pratiwi menekankan bahwa Indonesia tengah menghadapi bonus demografi menuju 2045. Oleh karena itu, kualitas SDM harus dipersiapkan sejak dini, salah satunya melalui pemenuhan gizi yang baik.

“Program ini adalah pondasi bagi Indonesia Emas. Ketika anak-anak sehat, mereka belajar lebih baik. Ketika mereka belajar lebih baik, mereka akan tumbuh menjadi SDM yang unggul. Ketika SDM unggul, bangsa ini akan berjaya. Karena itu, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” tegas Delia.

Ia juga menambahkan bahwa pencegahan stunting dan gizi buruk merupakan langkah strategis yang harus menjadi prioritas bersama, karena berdampak langsung pada kualitas generasi masa depan.

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Program MBG memiliki empat standar utama, yaitu kecukupan kalori, komposisi kandungan gizi, standar higienis, dan standar keamanan pangan. Dengan terpenuhinya gizi yang baik, individu akan memiliki kesehatan optimal dan potensi yang lebih besar untuk berkembang, sehingga mampu bersaing di tingkat global.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan turut mendukung implementasi Program MBG sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(Nuh)

Gizi yang Baik, Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Maniusia Berkualitas


Sosialisasi program MBG di Karawang 


Karawang --- Gizi yang baik merupakan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lapangan Mutiara Futsal, Desa Sukaseri, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Senin, 4 Mei 2026.

 Sosialisasi juga dihadiri oleh mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN), menggelar kegiatan sosialisasi tokoh masyarakat, serta warga setempat yang mengikuti kegiatan dengan antusias. 

"Persoalan gizi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas," tutur Putih Sari.

Program MBG menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam Pemenuhan gizi yang baik. Dengan gizi yang baik maka bisa menekan angka stunting dan malnutrisi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak dan ibu hamil merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang cukup akan memiliki kemampuan belajar, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Putih Sari.

Ia juga menekankan bahwa program MBG tidak sekadar memberikan bantuan makanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.

“Program ini bukan hanya tentang pembagian makanan bergizi, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung dan mengawal program ini agar tepat sasaran,” tambahnya.

Peningkatan kualitas gizi merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan sosialisasi Program MBG ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas gizi nasional. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Pemerintah Gencarkan Sosialisasi MBG untuk Tingkatkan Pemahaman Pentingnya Gizi Seimbang


Sosialisasi program MBG di Cibitung 


Cibitung ---  Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat  terhadap pentingnya gizi berimbang terutama untuk  anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. 

"Gizi seimbang penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," tutur anggota DPR RI,  drg. Putih Sari saat sosialisasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Villa Elok Sirait, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung pada Sabtu, 2 April 2026. Sosialisasi ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi.

Untuk itu, lanjut Putih, pemerintah menggelontorkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas anak anak Indonesia. 

Untuk meningkatkan pemahaman sosialisasi program ini akan terus digencarkan untuk memberikan dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya MBG inii. 

Putih Sari juga menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi utama dalam pembangunan generasi masa depan.

“Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari pemenuhan gizi yang baik. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi cukup akan memiliki kemampuan belajar yang lebih optimal, daya tahan tubuh yang lebih baik, serta potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi generasi unggul,” ujar Putih.

Selanjutnya Putih menekankan bahwa Program MBG bukan sekadar bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi bangsa.
“Program makanan bergizi gratis bukan hanya tentang pemberian bantuan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, program ini perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Putih juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat, dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pola hidup sehat,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah yang menilai program peningkatan gizi sangat dibutuhkan masyarakat. Sosialisasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi hari ini, sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, dan pemerintah daerah diharapkan semakin solid dalam mendorong keberhasilan Program MBG serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Nuh)

Dapur SPPG Segera Dibangun, Jangkau Penerima Manfaat di Kabupaten Lahat



Sosialisasi program MBG di Kecamatan Lahat 


Lahat – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah. Bila terdapat oknum yang bekerja tidak sesuai aturan atau merugikan masyarakat, maka akan diberikan tindakan tegas.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, pada Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung PSHT, Kelurahan Sari Bunga Mas, Kabupaten Lahat, Selasa, 28 April 2026. Sosialisasi ini juga dihadiri oleh langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Lahat, Arri, perwakilan Badan Gizi Nasional, dan ratusan peserta yang merupakan masyarakat setempat. 

“Kami mendukungan penuh terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” tutur Irma. Khususnya  bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Ia menegaskan pentingnya pelaksanaan program yang tepat sasaran dan bertanggung jawab.

“Setiap program yang dijalankan harus benar-benar memberikan manfaat dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Apabila terdapat oknum yang bekerja tidak sesuai aturan atau merugikan masyarakat, maka akan diberikan tindakan tegas, bahkan hingga pemberhentian,” tegas Irma.

Lebih lanjut, Irma juga menyoroti belum tersedianya program MBG di Kelurahan Sari Bunga Mas. Ia berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hal tersebut ke pemerintah pusat agar wilayah tersebut dapat segera menjadi penerima manfaat program.

“Kita ingin memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, bisa merasakan manfaat program pemerintah secara adil dan merata,” tambahnya.

Selain itu, program MBG juga memiliki tujuan khusus di berbagai sektor, antara lain peningkatan akses makanan bergizi, peningkatan prestasi pendidikan, pengurangan beban ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gizi serta mendorong dukungan bersama dalam menyukseskan Program MBG guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera. (Ris)

 


Gizi yang Baik, Investasi Jangka Panjang untuk Anak



Sosialisasi program MBG di Kabupaten Lahat 


Lahat -- Pemenuhan gizi yang baik memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mangun Sari, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, pada Senin, 27 April 2026. Sosialisasi ini juga dihadiri Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra kerja dan warga setempat. 

“Gizi yang baik berperan penting dalam perkembangan otak dan fisik anak. Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” tutur Irma.

Pogram MBG sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Kita menyadari bahwa di lingkungan desa masih ada tantangan dalam pemenuhan gizi seimbang, baik karena keterbatasan pengetahuan maupun kondisi ekonomi. Oleh karena itu, kehadiran program ini menjadi sangat penting dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Irma juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program agar berjalan sesuai aturan. “Jika ada pelaksana di lapangan yang tidak bekerja sesuai ketentuan, harus ditindak tegas. Ini menyangkut penggunaan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegasnya.

Program MBG diharapkan mampu mengurangi angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar anak, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Program MBG diharapkan dapat menjadi katalis dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas. Seluruh pihak yang hadir juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal keberhasilan program ini. (Ris)

Gizi yang Baik, Investasi Jangka Panjang untuk Anak



Sosialisasi program MBG di Kabupaten Lahat 


Lahat -- Pemenuhan gizi yang baik memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mangun Sari, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, pada Senin, 27 April 2026. Sosialisasi ini juga dihadiri Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra kerja dan warga setempat. 

“Gizi yang baik berperan penting dalam perkembangan otak dan fisik anak. Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” tutur Irma.

Pogram MBG sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Kita menyadari bahwa di lingkungan desa masih ada tantangan dalam pemenuhan gizi seimbang, baik karena keterbatasan pengetahuan maupun kondisi ekonomi. Oleh karena itu, kehadiran program ini menjadi sangat penting dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Irma juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program agar berjalan sesuai aturan. “Jika ada pelaksana di lapangan yang tidak bekerja sesuai ketentuan, harus ditindak tegas. Ini menyangkut penggunaan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegasnya.

Program MBG diharapkan mampu mengurangi angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar anak, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Program MBG diharapkan dapat menjadi katalis dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas. Seluruh pihak yang hadir juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal keberhasilan program ini. (Ris)

Program MBG: Bukti Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat


Sosialisasi program MBG di Bali 


Bali --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjar Anyar, Kelod, Jembrana, Bali, pada Minggu, 26 April 2026 di Banjar Anyar, Kelod, Jembrana, Bali. Turut hadir perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra kerja dan ratusan masyarakat sekitar. 

Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah bukti nyata dari kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan mengatasi kekurangan gizi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi,” ujar Tutik.

Ia juga menyoroti pentingnya program ini dalam mencegah permasalahan gizi seperti stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

“Kekurangan gizi atau stunting akan memperhambat pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kemampuan belajar anak. Pada akhirnya hal ini akan mempengaruhi produktivitas dan daya saing mereka di masa depan. Oleh karena itu, Komisi IX DPR RI sangat mendukung program ini sebagai langkah nyata dalam mencegah permasalahan gizi,” tegasnya.

Selain berdampak pada kesehatan, Program MBG juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian lokal. Keterlibatan petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM dalam rantai pasok dinilai dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Ia juga memastikan bahwa kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG telah melalui proses pengawasan ketat, mulai dari bahan baku hingga proses penyajian.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan Program MBG. Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi upaya pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Ris)

Tutik: Program MBG adalah Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Bangsa



Sosialisasi program MBG di Bali 


Bali -- Gizi yang baik dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani dalam sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Negari, Klungkung, Bali pada Sabtu, 18 April 2026.

"Program MBG bukan hanya sekadar intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," tutur Tutik.

Dengan gizi yang baik dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. "Mengkonsumsi makanan bergizi merupakan fondasi utama dalam membentuk fisik dan kecerdasan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Tutik.

Untuk itu implementasi pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi lokal. 

 Selanjutnya Tutik juga menyoroti permasalahan gizi seperti stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Oleh karena itu, program MBG dinilai sebagai langkah konkret yang perlu didukung bersama.

“Kekurangan gizi atau stunting akan menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan belajar anak. Hal ini tentu berdampak pada produktivitas dan daya saing mereka di masa depan. Komisi IX DPR RI sangat mendukung program ini sebagai solusi nyata,” tambahnya.

Selain aspek kesehatan, program MBG juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan, program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru.

Program MBG diharapkan tidak hanya mampu mengatasi persoalan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Dengan pengawasan yang baik, transparansi, serta keterlibatan masyarakat, program ini diyakini dapat memberikan manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat. (Nuh)

Masyarakat Punya Peran Penting dalam Mengawasi Kelancaran Program MBG di Lapangan



Sosialisasi program MBG di Sidoarjo


Sidoarjo -- Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Program MBG, kegiatan sosialisasi kembali digelar dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari DPR RI. Sosialisasi program MBG dilakukan untuk memberikan informasi komprehensif sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung implementasi program tersebut.

Sosialisasi yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat daerah, serta warga setempat ini menitikberatkan pada pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan keberhasilan program MBG sebagai salah satu program strategis nasional.

Program MBG merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar program ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami tujuan dan manfaat Program MBG serta berperan aktif dalam mendukung pelaksanaannya di lapangan. Sosialisasi ini juga menjadi wadah dialog antara masyarakat dan pemangku kebijakan guna menyerap aspirasi serta masukan demi penyempurnaan program ke depan.

Secara keseluruhan, program ini perlu didukung penuh, namun dengan catatan pengawasan yang sangat ketat karena adanya temuan ketidakamanahan di lapangan. Berikut adalah poin-poin utamanya:

Integritas Pengelola (SPPG): Banyak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak amanah karena lebih mementingkan keuntungan pribadi/yayasan. Diperlukan pengelola yang memiliki jiwa sosial, bukan sekadar mencari profit.

Ketegasan Sanksi: Negara tak segan akan memberi hukuman dengan ditangguhkan (suspend). Untuk itu disarankan agar SPPG yang melakukan pelanggaran berat ditutup secara permanen, bukan hanya sementara.

Standar Gizi dan Keamanan Pangan: 

-Komposisi gizi harus rutin diperiksa agar kualitas makanan tidak dikorbankan demi keuntungan.

-Kasus keracunan makanan menjadi pelajaran penting mengenai manajemen logistik; bahan baku harus disimpan pada suhu yang tepat dan tidak boleh disimpan terlalu lama.

Dengan poin-poin tersebut, dapat disimpulkan dukungan masyarakat berupa masukan dan kritik sangat diperlukan untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran. Masyarakat perlu mengawasi langsung program ini sehingga tujuan agar tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi dapat tercapai tanpa terhambat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (Ris) 


Home Trending