BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru PintasNews...
Informasi Cepat, Ringan, dan Mencerahkan
728 x 90 Top Banner Ads

Berita Terbaru

Lihat Semua ›

Nasional

Lihat Semua ›

Jawa Barat

Lihat Semua ›

Stunting, Permasalahan Serius yang Harus Ditangani Bersama


Sosialisasi program MBG di Karawang 


Karawang --- Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kali ini Sosialisasi program MBG digelar di Gedung GOW, Karawang Barat, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Anggota DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat.

Sosialisasi program MBG di Karawang Barat ini dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, sebagai narasumber utama. Sosialisasi ini dihadiri pula oleh Kasubag TU KPPG Cirebon Badan Gizi Nasional, Eric Dyan Nurdiyansyah, serta ratusan peserta undangan yang berasal dari masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa persoalan stunting dan kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, kualitas generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh asupan gizi yang diperoleh sejak dini.

“Persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut kualitas generasi penerus bangsa. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang baik akan tumbuh lebih sehat, aktif, dan memiliki kemampuan belajar yang lebih optimal. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Putih Sari.

Ia menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.

“Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, mendapatkan akses terhadap makanan sehat dan bergizi. Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pola hidup sehat harus menjadi bagian dari budaya di lingkungan keluarga dan masyarakat,” lanjutnya.

Putih Sari juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlangsungan program ini. Pengawasan bersama sangat penting agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Program MBG juga harus diiringi dengan perubahan pola konsumsi dan perilaku hidup sehat. Edukasi menjadi sangat penting agar masyarakat memahami bahwa makanan bergizi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya bersama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Program MBG, Gerakan Nasional Perbaiki Gizi Anak Bangsa





Majene -- Program Makan Bergizi Gratis merupakan gerakan nasional untuk memastikan anak-anak bangsa mendapatkan asupan gizi yang baik demi masa depan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan anggota komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, pada sosialisasi Sosialisasi yang digelar di Ballroom Hotel B-Nusabila, Kabupaten Majene, Minggu, 10 Mei 2026.

Acara ini menghadirkan juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Jumiaty A. Mahmud, dan Kasubag TU KPPG Kota Palu M. Aril Putra, serta dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah menantikan sejak lama program MBG.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam menghadirkan program MBG sebagai bentuk perhatian nyata terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan gerakan nasional untuk memastikan anak-anak bangsa mendapatkan asupan gizi yang baik demi masa depan Indonesia. Selain itu, program ini bertujuan menekan angka stunting agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Saya berharap program MBG ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Majene,” ujar Arzeti.

Program MBG adalah jembatan menuju pemerataan kesejahteraan. Dengan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh nutrisi berkualitas, kita sedang membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat untuk masa depan. Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat..

Selain itu, untuk di bidang ekonomi dan kemiskinan, program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, mengurangi beban masyarakat miskin, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.

Kegiatan sosialisasi ini juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi pelaksanaan program MBG agar kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga dan sesuai standar kelayakan konsumsi.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera. (Nuh)

Bupati Karawang Resmikan Pelayanan BPJS di RSUD Rengasdengklok

 


Karawang – Dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Karawang bagian Utara, Bupati Karawang secara resmi meluncurkan pelayanan bagi pasien peserta BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok pada Senin, 11 Mei 2026.

Hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mewujudkan pemerataan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat Karawang khususnya wilayah utara.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas hadirnya pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Rengasdengklok yang menjadi cita-cita masyarakat Karawang khususnya wilayah Utara.

"Alhamdulillah ini rasa kebahagian saya, dulu ini cita-cita masyarakat khususnya di wilayah Utara kini bisa terlaksana. Hari ini kita berhasil mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di wilayah utara," ujarnya.

Bupati Aep juga menekankan komitmen pemerintah dalam fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas salah satunya melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Ia berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Rengasdengklok dengan fasilitas yang dimiliki bisa memberikan kualitas layanan yang terbaik untuk masyarakat.

"Gedung dan peralatan sudah bagus, jadi berikan pelayanan terbaik. Saya titip dijaga semuanya," tegasnya.

Dengan beroperasinya layanan BPJS di RSUD Rengasdengklok, diharapkan mampu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Utara Karawang sehingga penanganan medis menjadi lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran. (Ris)

 

KDM Perkuat Pemerataan Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Ekologi

 


Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, di Kantor Perwakilan BI Jabar, Kota Bandung, Senin, 11 Mei 2026.


Bandung –  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan pentingnya kolaborasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat guna memperkuat pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Hal tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi usai menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, di Kantor Perwakilan BI Jabar, Kota Bandung, Senin, 11 Mei 2026.

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, berharap kolaborasi yang telah terbangun dengan BI dapat terus berjalan, khususnya dalam mendukung dua kebijakan utama Pemda Provinsi Jawa Barat.

Kebijakan pertama, distribusi keuangan yang merata di seluruh wilayah Jawa Barat. Menurut KDM, pemerataan distribusi keuangan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan begitu, setiap daerah memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan kedua, membangun ekosistem ekonomi berbasis ekologi sebagai arah pembangunan masa depan Jawa Barat.

Ia menilai pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan alam."Dengan pendekatan tersebut, Jabar diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat," kata KDM.

Sementara itu, pengukuhan Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Jabar. (Ris)

Putri Cantik dan Pengawal Kerajaan Memukau Penonton Kirab Budaya di Cirebon

 


Kirab budaya mahkota Binokasih di Kota Cirebon 

Cirebon -- Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di Kota Cirebon menampilkan kesenian yang mengagumkan dan memanjakan mata. Tengok saja putri-putri cantik dan pengawal kerajaan dengan kostum indah Keraton Kasepuhan yang membawakan tari Bedaya.

Hadir juga sejumlah pria berbadan kekar layaknya binaragawan profesional yang menampilkan kesenian Binaraga Jebor Jatiwangi. Kesenian itu merupakan tradisi tahunan di Kecamatan Jatiwangi, pusat produksi genteng di Jawa Barat. Para pria berbadan kekar tak lain adalah para buruh pabrik genteng tradisional di wilayah tersebut.

Selain berpose, peserta beratraksi membawa tumpukan genteng layaknya pengganti barbel. Biasanya atraksi diselenggarakan untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus.

Dalam kirab tersebut juga diarak Mahkota Binokasih dari titik awal di Taman Pedati Gede hingga titik akhir di Alun-alun Keraton Kasepuhan.

Ribuan masyarakat antusias menyaksikan perjalan kirab budaya dan atraksi kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan di panggung utama Alun-alun Keraton Kasepuhan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Cirebon dan tiga keraton yang hadir menampilkan seni budaya.

 

Dari Cirebon, kirab budaya akan berlanjut ke Kota Bandung.

"Nanti malam Minggu tanggal 16 Mei kita akan mengikuti kegiatan di Bandung, lalu malam Senin ada ada drama kolosal di Gedung Sate," jelas KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan kegiatan kirab budaya tidak untuk membangun cerita masa lalu, tetapi membangun jembatan masa lalu dan masa depan.

"Karena banyak di antara kita hari ini berbicara masa depan tetapi tidak mengerti sejarah masa lalu. Banyak orang juga yang hanya cerita masa lalu tidak mau bicara masa depan. Saya mengambil dua-duanya masa lalu adalah histori, masa lalu adalah filosofi, masa lalu adalah ideologi, masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan. Tak ada negara besar yang tidak terikat terhadap masa lalunya," tegas KDM.

Kirab juga dilaksanakan untuk menegaskan kembali kekayaan budaya Jabar yang luar biasa. "Bukan hanya cerita dan mimpi adanya Padjadjaran. Karena dibuktikan dengan fakta sejarah melalui Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih yang sampai hari ini masih berdiri kokoh," tuturnya.

Kirab budaya di Cirebon bertema Mahkota Bertahta Cinta itu juga cukup spesial dengan hadirnya seni budaya dari Jakarta, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, wilayah yang berbatasan dengan Jabar. (Ris)

Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Bakal Dibangun Plataran Caruban

 


Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi 

Cirebon – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,  berencana menata kembali keindahan empat keraton yang ada di Kota Cirebon. Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman, dan Kaprabonan akan ditata menjadi bersih dan rapi.

Jalan di sekitar keraton akan dibersihkan, trotoar diperbaiki, begitu juga dengan sungai yang bakal dibersihkan agar memiliki air jernih hingga ke laut.

"Tidak boleh lagi ada sampah bertebaran dan kekumuhan. Saya tak ada keinginan apapun kecuali legacy ketika memimpin, bahwa ketika Deddy Mulyadi memimpin dengan spirit Padjadjaran, Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman, Kaprabonan, semuanya harus tertata rapi seperti masa lalu. Tak usah lagi hanya bicara anggaran provinsi, banyak yang ingin membantu berpartisipasi," ujarnya dalam kegiatan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran, Minggu malam di Kota Cirebon, 10 Mei 2026.

Rencana ini dilakukan agar wisatawan betah dan mau berlama-lama berada di Cirebon. Saat ini, menurutnya wisatawan hanya betah sehari saja berada di Cirebon.

"Saya dapat cerita, kunjungan ke keraton di  Cirebon itu rata-rata sehari pulang karena hanya melihat keraton, matanya tidak bisa lagi memandang Cirebon yang indah. Atmosfernya terlalu panas. Suasana historikal, suasana sosial, dan suasana cinta kasihnya hilang. Maka saya mengajak kepada Bupatinya juga Walikotanya, mari kita gunakan cinta dalam menata kota," tegasnya.

Dedi menegaskan bertanggung jawab atas seluruh pembangunan dan renovasi keraton di Cirebon dengan catatan harus dirawat dan dipelihara, bukan dijual untuk keperluan segelintir orang. "Kita bukan menjual keraton tapi kita merawat keraton, kita bukan menjual makam tapi kita merawat makam," tegasnya.

Ia juga akan menata jalur Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di setiap kota yang dilalui dalam kegiatan Milangkala Tatar Sunda.

Penataan tersebut untuk mengembalikan keindahan kota serta menegaskan kembali keberadaan sejarah seni dan budaya Jabar kepada masyarakat Jabar. "Di Karawang nanti akan saya bangun Pelataran Cinta. Di Bogor, saya juga akan membangun Pelataran Binokasih. Maka tahun depan, di Cirebon dari sejak tadi saya berangkat sampai sini, nanti akan saya bangun Pelataran Caruban," ujarnya.(Nuh)

Tidak Hanya Seremoni, Reses Herman Khaeron Pastikan Denyut Ekonomi Masyarakat Berjalan

 


Anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat reses di Cirebon


Cirebon – Selama tiga hari, anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, melakukan rangkaian kegiatan resesnya di wilayah Cirebon.

Agenda yang dijalankan tak sekadar seremonial, tetapi menyentuh langsung denyut ekonomi masyarakat, mulai dari sektor industri hingga pelaku UMKM.Dimulai dari menyambangi sejumlah pabrik untuk berdialog dengan para pekerja hingga  menggelar pelatihan UMKM yang dirancang khusus untuk mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas

Saat mengunjungi sejumlah industri, Hero, panggilan akrab Herman Khaeron, memastikan kondisi ketenagakerjaan berjalan sesuai regulasi, termasuk pemenuhan upah minimum.  Dari hasil dialog, Hero menilai sebagian besar perusahaan telah menjalankan kewajiban normatif terhadap karyawan.

Sedangkan pelatihan untuk UMKM yang digelar di salah satu hotel di Cirebon dirancang khusus untuk mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas serta menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan. Menariknya, pelatihan untuk pelaku UMKM juga memberikan materi tentang kewaspadaan terhadap kejahatan digital bagi UMKM.

Program ini menggandeng Bank Mandiri dan diikuti sekitar 200 peserta. Materi pelatihan disiapkan sebagai bekal awal sebelum peserta mengikuti pelatihan lanjutan selama tiga hari di tingkat Jawa Barat.

Disela agenda formal, Hero juga membaur dengan warga melalui kegiatan olahraga bersama.Setelah itu, ia turun langsung membuka operasi pasar murah di dua desa, yakni Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura dan Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang. Pasar murah ini menjadi upaya konkret membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Selain isu ekonomi, Hero turut menghadiri silaturahmi dan halal bihalal bersama para senior HMI dan KAHMI.  Dalam forum tersebut, ia menyampaikan materi kebangsaan dan penguatan peran intelektual dalam pembangunan daerah.

Rangkaian reses ini juga mendapat perhatian pejabat daerah. Beberapa agenda bahkan dibuka langsung oleh Wali Kota Cirebon dan dihadiri unsur Forkopimda Kota maupun Kabupaten Cirebon, menandakan sinergi pusat dan daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. (Nuh)

Cellica Tekankan Pentingnya Dukungan Masyarakat pada Program MBG


Sosialisasi program MBG di Purwakarta 


Purwakarta --- Anggota komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., menekankan pentingnya dukungan masyarakat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal tersebut diungkapkan Cellica pada sosialisasi program MBG di Gedung Serba Guna Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Sisi ini dihadiri pula oleh Tenaga Ahli Deputi Prokerma Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala, SH, S.Sos, M.M, serta Kabid Kesmas Dinkes Purwakarta Hj. Karmila, SKM., M.Kes. 

Dalam kegiatan tersebut, Cellica Nurrachadiana menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Mulai dari UMKM, ibu-ibu yang bekerja di dapur, hingga petani lokal yang menjadi pemasok bahan pangan. Jadi artinya apa? Ini menggerakkan roda perekonomian UMKM. Kalau semua bisa diberdayakan, insyaallah ekonomi bergerak dan pengangguran sedikit demi sedikit bisa teratasi,” ujar dr. Hj. Cellica Nurrachadiana. 

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan publik terhadap pelaksanaan program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, berbagai kritik dan informasi negatif yang muncul harus disikapi secara objektif dan tidak mudah termakan hoaks.

“Nanti kita akan bikin layanan aduan. Kalau ada aduan, tim harus mengecek. Kita jangan termakan hoaks. Kadang-kadang pemberitaan belum tentu benar, sehingga membuat program yang baik terlihat tidak baik. Kalau masih bisa dibenarkan, kita luruskan bersama-sama,” tambahnya. 

Program MBG hadir sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia. Selain itu, program ini juga memberikan multiplier effect karena banyak pihak yang mendapatkan manfaat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga petani local.

Dengan kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat Program Makan Bergizi Gratis serta turut berpartisipasi dalam pengawasan demi menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Semangat Kolaborasi Dibutuhkan untuk Suksesnya Program MBG


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Bandung 


Bandung --- Semangat kolaborasi penting untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Komisi IX DPR RI, H. Asep Romy Romaya, pada Sosialisasi Program MBG di Kampung Bedas Agrowisata & Camping Ground, Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Mei 2026. Turut hadir Kepala KPPG Bandung Ramzi, S.STP, M.AP, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ir. Hj. Ningning serta ratusan masyarakat yang terlihat antusias mengikuti sosialisasi tersebut.

Pada kesempatan itu Asep menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan program-program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.

"Program MBG merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kami akan terus berkomunikasi dan mendorong berbagai program agar dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Asep.

Pada saat itu Asep juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung dan menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami materi yang disampaikan dan turut menyampaikan informasi ini kepada masyarakat lainnya,” tambahnya. 

Disisi lain, program ini tidak sekadar memberikan makanan gratis, tetapi memastikan masyarakat memperoleh asupan makanan yang bergizi dan seimbang. Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan, evaluasi, serta inovasi dalam pelaksanaan program agar manfaatnya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat Program Makan Bergizi Gratis serta dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program pemerintah guna menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan sejahtera. (Ris)

Program MBG, Upaya Penuntasan Stunting Serta Ciptakan General Sehat dan Cerdas


Sosialisasi program MBG di Bekasi 


Bekasi --- Persoalan stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah kesehatan semata, tetapi menyangkut kesiapan bangsa dalam menghadapi masa depan. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, saat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Futsal Arena, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis, 7 Mei 2026. Sosialisasi juga dihadiri oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

drg. Putih Sari menekankan bahwa persoalan stunting bukan hanya isu kesehatan, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Ia menyebut pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Persoalan stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah kesehatan semata, tetapi menyangkut kesiapan bangsa dalam menghadapi masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang baik akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik,” ujar Putih Sari. 

Ia juga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di berbagai daerah.

“Program ini bukan hanya tentang pembagian makanan, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif bahwa pola konsumsi sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tambahnya. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya gizi seimbang, pencegahan stunting, serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Ris)

Home Nasional Video