Nuroji : Tidak Hanya Peningkatan Gizi, MBG juga Ciptakan Lapangan Kerja Baru

 


Sosialisasi program MBG di Bekasi

Bekasi – Tidak hanya meningkatkan gizi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor dapur umum. 

“Dapur umum MBG melibatkan banyak pihak yang memasok bahan pangan. Mulai dari nelayan, peternak UMKM lokal dan lainnya,” tutur anggota Komisi Komisi IX DPR RI, Nuroji, saat sosialisasi program MBG di Gedung Serbaguna Istanaku, Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Senin, 9 Maret 2026. Sosialisasi program MBG juga dihadiri Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Anyelir Puspa Kemala, dan Kepala Sekolah SMP IT Al Madaniah, Didin Miftahudin Lutfi.

Selain itu, program MBG ini juga mendukung Sustainable Development Goals seperti pengurangan kelaparan, akses pendidikan berkualitas

Untuk itu, lanjut Nuroji, Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja, BGN terus memperluas implementasi program MBG dengan gencar melakukan sosialisasi. Kegiatan sosialiasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi sejak dini yang menjadi langkah awal menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan yang sama, Nuroji juga memaparkan mengenai tujuan pemerintah membentuk program strategis nasional MBG. Program baru ini adalah ide dari Presiden Prabowo dalam upayanya memberikan pelayanan ke masyarakat dengan memberikan penguatan gizi seimbang sejak dini.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada tahun 2025, dengan tujuan utama meningkatkan status gizi generasi muda, mengurangi stunting, malnutrisi, dan kemiskinan, serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045,” ucap Nuroji.

Program MBG juga dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor dapur umum, dan melibatkan nelayan, peternak, serta UMKM lokal. Selain itu, MBG mendukung Sustainable Development Goals seperti pengurangan kelaparan, akses pendidikan berkualitas. 

Nuroji juga menugnkapkan bahwa Komisi IX akan mengawasi langsung program nasional ini. Melalui pengawasan yang ketat dan terarah dapat memastikan makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi, bukan sekadar makanan pengganti.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Program MBG dengan empat prinsip yaitu pemenuhan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Menu yang dirancang dalam MBG sesuai kebutuhan gizi anak agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi sehat, cerdas, dan unggul yang menjadi pondasi bagi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.(Ris) 

 

 


Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama