![]() |
Sosialisasi program MBG di Bali |
Bali -- Gizi yang baik dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani dalam sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Negari, Klungkung, Bali pada Sabtu, 18 April 2026.
"Program MBG bukan hanya sekadar intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," tutur Tutik.
Dengan gizi yang baik dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. "Mengkonsumsi makanan bergizi merupakan fondasi utama dalam membentuk fisik dan kecerdasan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Tutik.
Untuk itu implementasi pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Selanjutnya Tutik juga menyoroti permasalahan gizi seperti stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Oleh karena itu, program MBG dinilai sebagai langkah konkret yang perlu didukung bersama.
“Kekurangan gizi atau stunting akan menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan belajar anak. Hal ini tentu berdampak pada produktivitas dan daya saing mereka di masa depan. Komisi IX DPR RI sangat mendukung program ini sebagai solusi nyata,” tambahnya.
Selain aspek kesehatan, program MBG juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan, program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru.
Program MBG diharapkan tidak hanya mampu mengatasi persoalan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Dengan pengawasan yang baik, transparansi, serta keterlibatan masyarakat, program ini diyakini dapat memberikan manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat. (Nuh)
