TRENDING: PintasNews — informasi cepat, ringan, dan mencerahkan.
Light & Enlighten
728 x 90 Top Banner Ads
BREAKING NEWS Stunting, Permasalahan Serius yang Harus Ditangani Bersama • Program MBG, Gerakan Nasional Perbaiki Gizi Anak Bangsa • Bupati Karawang Resmikan Pelayanan BPJS di RSUD Rengasdengklok • KDM Perkuat Pemerataan Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Ekologi
Headline

Wajah Baru PintasNews untuk Informasi Cepat dan Mencerahkan

Nasional · 3 menit baca
Cirebon

Update daerah tersaji ringkas untuk pembaca Ciayumajakuning

Ekbis

UMKM dan ekonomi digital menjadi fokus konten PintasNews

Lifestyle

Gaya hidup dan informasi ringan untuk pembaca harian

Jawa Barat

Lokal

Berita daerah pilihan

Politik

Politik

Isu publik dan pemerintahan

Ragam

Ragam

Ekbis, otomotif, kesehatan, lifestyle

Berita Pilihan

Lihat Semua

Nasional

Lihat Semua

Jawa Barat

Lihat Semua

Ekbis & Lifestyle

Lihat Semua

Video Terbaru

Lihat Semua

Update pilihan redaksi PintasNews

Video · PintasNews

Kabar daerah dan komunitas

Video · Jawa Barat

Ekbis, UMKM, dan ekonomi digital

Video · Ekbis

Lifestyle dan informasi ringan

Video · Lifestyle

Berita Terbaru

Masyarakat Diajak Bersama Awasi Pelaksanaan Program MBG


Sosialisasi program MBG di Karawang 

Karawang --- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbuka terhadap laporan dan kritik. Pelaksanaan program ini juga membutuhkan pengawasan dan partisipasi masyarakat.

Hal tersebut dapat anggota komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes., saat Sosialisasi Program MBG di Gedung APT Futsal Jl. Raya Sukamanah Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru Karawang, Kamis, 7 Mei 2026. Sosialisasi ini juga dihadiri Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra strategis dan ratusan masyarakat setempat. 

"Kami terbuka terhadap kritik terkait dengan pelaksanaan program MBG ini," tutur Cellica. Kritik yang disampaikan bahkan akan menjadi bahan evaluasi agar implementasi program MBG ini terus berjalan dengan baik.

"Masyarakat memang diminta untuk berperan aktif dalam hal pengawasan, " tutur Cellica. Namun tentunya, semua kritik yang disampaikan harus sesuai dengan data, agar bisa diselesaikan bersama.

“Program yang sudah bagus harus kita dukung penuh. Kita sama - sama mengawasi, khususnya ibu-ibu yang sangat teliti dan berhubungan langsung dengan MBG. Kalau ada menu yang dirasa tidak layak dan tidak sesuai, silahkan laporkan jangan ragu,” jelasnya.

Selanjutnya Cellica menambahkan bahwa program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Untuk mewujudkan Indonesia Emas ditahun 2045, MBG merupakan salah satu langkah nyata dalam mencetak generasi handal dimasa mendatang, " tutur Cellica. 

Program ini merupakan program asta cita Presiden Prabowo yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan gizi. "Kita ingin asupan gizi anak – anak terpenuhi, hingga anak menjadi pintar dan cerdas,” ujar Cellica.

Lalu yang tak kalah penting, MBG juga membuka lowongan pekerjaan baru abgi masyarakat. Satu dapur SPPG itu bisa menyerap puluhan petugas yang akan direkrut dari masyarakat. Dengan begitu akan tumbuh perputaran roda ekonomi baru didaerah. 

“Sebagai contoh, Karawang ini termasuk surplus dalam hal beras. Nah SPPG yang ada di Karawang, harus mengambil beras dan bahan pokok dari Karawang juga, atau didaerah yang terdekat. Tidak boleh dari luar Karawang.“ jelas Cellica.

Program Makan Bergisi Gratis ini merupakan investasi untuk anak – anak kita mendatang. Mereka harus menjadi generasi hebat, yang mampu bersaing secara global dimanapun. Generasi Emas bukan genarasi Cemas, Untuk Indonesia Emas tahun 2045. (Ris)

Program MBG, Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat


Sosialisasi program MBG di Bekasi 

Bekasi --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan anggota komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, pada Sosialisasi program MBG yang digelar di Aula Kantor Desa Sukamantri, Kabupaten Bekasi, Kamis, 7 Mei 2026.

"Program MBG ini sangat penting," tutur Putih. Program MBG, lanjut Putih, merupakan sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. 

Putih Sari menilai persoalan gizi dan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Persoalan stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah kesehatan semata, tetapi menyangkut kesiapan bangsa dalam menghadapi masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang baik akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik,” ujar Putih Sari.

Ia menambahkan, Program MBG merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

“Program ini bukan hanya tentang pembagian makanan, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif bahwa pola konsumsi sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tambahnya.

Putih Sari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Program MBG agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat yang kuat menjadikan program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Nuh)

Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi Pariwisata Nasional Lewat Rakernas II ASITA 2026




Makassar – Wakil Wali Kota Makassar sekaligus Ketua Panitia Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Tahun 2026, Aliyah Mustika Ilham menghadiri rangkaian kegiatan Rakernas II ASITA 2026 yang mengusung tema “Strengthening Indonesian Tourism Through Partnership” di Ballroom Lily, Four Points by Sheraton Makassar, Kamis, 7 Mei 2026.

Kegiatan berskala nasional yang berlangsung pada 6–8 Mei 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati dan dihadiri ratusan pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Makassar sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakernas II ASITA 2026.

Ia menegaskan forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata nasional.

“Rakernas II ASITA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap promosi destinasi wisata dan pergerakan ekonomi daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Aliyah Mustika Ilham menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai pada 6 Mei 2026 dengan agenda rapat koordinasi nasional yang diikuti oleh 23 DPD ASITA dari seluruh Indonesia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.

Pada hari kedua, 7 Mei 2026, dilaksanakan pembukaan resmi Rakernas II ASITA yang dihadiri unsur pemerintah, stakeholder pariwisata, perbankan, telekomunikasi, hingga lebih dari 200 pelaku industri biro perjalanan wisata dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain agenda utama Rakernas, peserta juga dijadwalkan mengikuti kegiatan Sunset Sailing and Cultural Night Dinner di atas Kapal Pinisi yang menampilkan pertunjukan budaya khas Sulawesi Selatan seperti Bissu dan Angngaru sebagai bagian dari promosi budaya dan destinasi wisata daerah.

Sementara pada 8 Mei 2026, kegiatan akan ditutup dengan agenda post tour untuk memperkenalkan destinasi unggulan Kota Makassar sekaligus mendorong promosi UMKM lokal kepada para peserta Rakernas.

Aliyah Mustika Ilham juga menyampaikan salam dari Wali Kota Makassar yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas di Jakarta. Ia berharap para peserta membawa kesan positif selama berada di Kota Makassar dan kembali berkunjung di masa mendatang.

“Makassar siap menjadi tuan rumah berbagai agenda besar pariwisata nasional, termasuk MUNAS ASITA mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati dalam arahannya menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang triwulan pertama tahun 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–Maret 2026 tumbuh sebesar 8,62 persen atau mencapai 3,44 juta kunjungan. Sedangkan perjalanan wisatawan nusantara meningkat sebesar 13,14 persen dengan total mencapai 319,51 juta perjalanan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh positif di tengah tantangan global. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta harus terus diperkuat,” ujar Ni Luh.

Ia juga menegaskan pentingnya peran ASITA dalam mendukung promosi pariwisata nasional, penguatan industri perjalanan wisata, hingga inovasi paket wisata yang kompetitif di tengah tantangan tingginya harga tiket penerbangan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan desa wisata, penguatan digitalisasi promosi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata.

“Forum Rakernas ASITA ini bukan hanya forum koordinasi organisasi, tetapi juga ruang lahirnya gagasan dan inovasi untuk memperkuat industri pariwisata nasional,” ungkap Fatmawati Rusdi.

Sementara Ketua Umum DPP ASITA, Nunung Rusmiati mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pelaksanaan Rakernas II ASITA 2026.

Menurutnya, Kota Makassar berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional dan industri perjalanan wisata Indonesia.

Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar Muhammad Roem, serta hadir pula Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Herry Rachmat Widjaja, seluruh Ketua DPD ASITA se-Indonesia, serta berbagai stakeholder pariwisata nasional.

Rakernas II ASITA 2026 turut didukung oleh tiga sponsor utama yakni Pegadaian, CIMB Niaga, dan Bank Sulselbar. (Nuh)

 


Tingkatkan Pemahaman, Sosialisasi Program MBG Terus Ditingkatkan


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 

 

Karawang -- Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar. Sosialisasi Program MBG merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang. 

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Gedung PGRI, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu, 6 Mei 2026.

Tak hanya dihadiri oleh anggota DPR RI, Putih Sari, sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Kasubag TU KPPG Cirebon Badan Gizi Nasional, Eric Dyan Nurdiyansyah, dan ratusan peserta undangan yang antusias menyambut kehadiran program MBG di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa persoalan stunting dan kekurangan gizi merupakan tantangan serius yang harus ditangani bersama karena berkaitan langsung dengan masa depan bangsa.

“Masalah gizi dan stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi cukup akan tumbuh lebih sehat, memiliki perkembangan otak yang optimal, serta kemampuan belajar yang lebih baik. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas,” papar Putih Sari. 

Ia menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus membantu menekan angka stunting di berbagai daerah.

“Program ini bukan sekadar memberikan makanan kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan mengawasi pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. 

Keberhasilan program MBG membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar implementasinya berjalan optimal dan tepat sasaran. Masyarakat juga dapat berperan aktif di program ini dengan menjadi petugas ataupun penyuplai barang ke dapur MBG.

Dengan adanya program MBG, masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta penerapan pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Ris)

Gizi dan Stunting Masih Jadi Permasalahan Serius


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 

Karawang --- Persoalan gizi dan stunting merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gor Bulu Tangkis, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Rabu, 6 Mei 2026. 

"Persoalan gizi dan stunting merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, " tutur Putih 

Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak dan ibu hamil merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi cukup dan seimbang akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, daya tahan tubuh yang kuat, serta peluang tumbuh kembang yang optimal,” ujar Putih Sari. 

Ia juga menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sekadar pemberian makanan, tetapi menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi setiap hari,” tambahnya. 

Pemenuhan gizi sejak usia dini sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan secara terukur melalui edukasi gizi, sanitasi yang baik, serta keterlibatan aktif keluarga.

Melalui kegiatan sosialisasi Program MBG ini masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup sehat, serta upaya pencegahan stunting demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing. Kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Kir)

Cellica Minta Peran Masyarakat Awasi Program MBG


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 


Karawang -- Anggota DPR RI meminta masyarakat turut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, M.H.Kes, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lemah Karya Karawang Selasa, 5 Mei 2026.

" Peran aktif masyarakat penting dalam mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal dan tepat sasaran, " tutur Cellica. 

Namun ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

“Tugas kami di DPR adalah pengawasan. Jadi kalau ada yang tidak benar dalam hal program MBG, silakan lapor. Tidak usah diviralkan dulu. Lapor ke saya, kepala desa, atau camat, nanti kita cek bersama. Kalau memang ada kesalahan, dapur SPPG bisa kita hentikan sementara untuk evaluasi,” tutur Cellica. 

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting dalam kegiatan sosialisasi yang menekankan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam menyempurnakan program. Menurutnya, transparansi dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal.

Lebih lanjut, dr. Cellica juga menyampaikan komitmen untuk memperluas jangkauan penerima manfaat MBG di Karawang melalui pembangunan dapur SPPG secara bertahap. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut harus mengutamakan kualitas dan standar yang ketat.

“Kita tidak ingin terburu-buru, karena ini menyangkut kualitas gizi dan kesehatan generasi masa depan. Semua harus memenuhi standar, melalui proses monitoring yang baik. Tujuan kita jelas, mengurangi stunting, mencegah gizi buruk, dan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Program MBG sendiri dinilai memiliki dampak positif, tidak hanya dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor pangan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami esensi program MBG serta turut berperan aktif dalam pengawasan dan keberlanjutannya. Dukungan publik menjadi faktor penting dalam memastikan program ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa. (Ris)

Program MBG Dorong Peningkatan Gizi dan Pertumbuhan Ekonomi


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Karawang 


Karawang -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana, saat sosialisasi Program MBG yang digelar di GOR Kiara, Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu, 6 Mei 2026. 

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala KPPG Bogor, Haidir Nutrisionis, Ahli Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Meidina serta ratusan peserta yang merupakan masyarakat setempat.

“Program ini merupakan salah satu asta cita Bapak Presiden kita. Kerangka besarnya dimulai dari ibu hamil yang diharapkan mendapat gizi yang cukup dan seimbang. Lalu anaknya lahir sempurna, tumbuh sehat, cerdas dan punya kualitas. Sehingga saat tercapainya Indonesia Emas 2045 mendatang, muncul generasi hebat yang membangun bangsa,” ujar Cellica. 

Ia juga menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dengan Program Makan Bergizi Gratis, perputaran ekonomi di daerah tumbuh. Hadirnya SPPG mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Petani dan pengusaha lokal juga mendapat berkah sebagai penyuplai bahan untuk menu MBG,” tambahnya. 

Selain membahas pentingnya pemenuhan gizi, Cellica juga menyoroti persoalan stunting di Kabupaten Karawang. Menurutnya, tingginya angka stunting banyak ditemukan di wilayah perkotaan akibat pola asuh dan kurangnya perhatian terhadap asupan makanan anak. Dengan adanya program MBG diharapkan dapat menekan fenomena tersebut. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini serta turut mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Nuh)

Anggota DPRD Jabar dr Ratnawati Raih Penghargaan Kartini CNN Indonesia

Ketua Fraksi Partai Demorkat DPRD Jabar, Ratnawati meraih penghargaan sebagai Wanita Luar Biasa dalam Kepemimpinan Legislatif Regional & Advokasi Publik dari CNN Indonesia Leading Women Awards 2026./Ist


JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demorkat DPRD Jabar, Ratnawati meraih penghargaan sebagai Wanita Luar Biasa dalam Kepemimpinan Legislatif Regional & Advokasi Publik dari CNN Indonesia Leading Women Awards 2026. Istri dari Sekertaris Jenderal DPP Partai Demorkat, Herman Khaeron itu dinilai berhasil mengintegrasikan peran politik, organisasi partai, dan pelayanan publik secara efektif.

Politikus yang sebelumnya berprofesi sebagai dokter itu juga dinilai mampu memperkuat posisi fraksi. Legislator Daerah Pemilihan Jabar VIII (Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon) ini mengaku bangga dan mengapresiasi atas penilaian dari CNN Indonesia.

Di sisi lain penghargaan tersebut sebagai upaya semangat kinerja dirinya sebagai wanita dalam posisi nya anggota DPRD dan kiprahnya di dunia politik.

"Pada intinya wanita harus berani dimana pun bekerja dan menjalankan profesinya. Namun bukan berarti kita harus melebihi para kaum laki - laki, melainkan wanita juga harus menunjukan keberanian yang sama," ucap dr Ratnawati kepada wartawan 

‎‎Dia pun menyebut penghargaan tersebut sebagai kado istimewa sang suami yang kini genap usianya 57 tahun.

"Ini sebagai kado buat suami saya Bapak Herman Khaeron yang berulang tahun dan semoga selalu sehat, sukses dalam segala hal dan sabar dalam segela hal, tetap semangat jalankan tugas di Partai dan tentu siap selalu mengabdi untuk bangsa dan negara.” ujar Ratnawati penuh senyum.

Herman Khaeron yang hadir juga dalam acara tersebut menyampaikan selamat dan sukses kepada Ratnawati atas penghargaan terbaik tersebut. 

“dr Ratnawati pantas menerima penghargaan ini karena setiap menjalankan tugas amanahnya selalu dijalankan secara baik dan serius. Ratnawati juga sebelumnya mendapat penghargaan sebagai anggota DPRD Jabar terbaik dari Badan Kehormatan DPRD Jabar, yang membawa Fraksi Dekokrat DPRD Jabar juga menjadi fraksi terbaik. Sukses selalu dan semangat,” tutur Kang Herman.*

Delia Pratiwi: Bangsa yang Besar Lahir dari Generasi yang Sehat


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Langkat 


Langkat -- Bangsa yang besar lahir dari generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Sitepu, saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lapangan Desa Suka Ramai, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Acara sosialisasi tersebut juga dihadiri Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, T. Agung Kurniawan, dan Camat Padang Tualang Muhammad Iswanda.

Dalam kesempatan tersebut, Delia Pratiwi Sitepu, menegaskan pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi utama dalam membangun generasi bangsa yang unggul. Ia menyampaikan bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang menghadapi persoalan kekurangan gizi, sehingga berdampak pada tumbuh kembang mereka.

“Bangsa yang besar lahir dari generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Namun kenyataannya, kita masih menghadapi persoalan serius di bidang gizi. Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai jawaban agar tidak ada satu pun anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mendapatkan makanan yang sehat,” ujar Delia.

Ia juga menekankan bahwa program MBG bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, program ini mampu menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari daerah setempat.

“Dengan mendorong Program MBG ini, kita ingin melahirkan generasi yang sehat, aktif, dan produktif. Tentunya, hal ini membutuhkan asupan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman, yang bersumber dari pangan lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Delia menjelaskan bahwa program MBG menyasar berbagai kelompok, mulai dari peserta didik jenjang PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membiasakan pola makan sehat guna mewujudkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gizi semakin meningkat serta mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (Ris)

Delia Pratiwi : Persoalan Gizi Masih Jadi Tantangan Bersama


Sosialisasi program MBG di Kabupaten Langkat 


Langkat -- Persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Sitepu, di Lapangan Sekolah Yaspen, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Selasa, 5 Mei 2026.

Sosialisasi juga dihadiri perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), unsur pemerintah setempat dan dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah menantikan sejak lama program MBG.

"Persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama, " tutur Delia.

Ia menyoroti masih adanya kasus stunting dan anemia pada anak-anak dan remaja yang berpotensi menghambat kualitas generasi masa depan.

“Kita semua memahami bahwa gizi adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Anak-anak kita adalah generasi penerus, calon pemimpin, dan penggerak pembangunan di masa depan. Namun realita yang masih kita hadapi hari ini menunjukkan bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan besar bangsa ini,” ujar Delia.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bagian dari komitmen negara dalam menjamin hak dasar masyarakat.

“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar memberikan makanan secara cuma-cuma, namun merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak dasar mereka, yaitu tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” tegasnya.

Menurut Delia, program ini juga menjadi langkah strategis dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi merupakan kunci utama kemajuan bangsa.

“Anak-anak yang sehat hari ini adalah pemimpin yang tangguh di masa depan. Karena itu, investasi terbesar bangsa bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada pembangunan kualitas manusia,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga.

“Keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja sama semua pihak. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat, dan peran guru serta sekolah sangat vital dalam mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta mendukung pemenuhan gizi anak-anak sebagai langkah awal menuju bangsa yang kuat dan berdaya saing.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (Nuh)

Home Trending