![]() |
Sosialisasi program MBG di Bekasi |
Bekasi --- Pola makan "asal kenyang" menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, saat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yahya Futsal, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 17 April 2026.
"Perubahan pola makan masyarakat sangat penting. Di banyak tempat, kita masih melihat masyarakat makan hanya untuk kenyang. Nasi yang banyak, tetapi lauk sangat sedikit, bahkan tanpa sayur dan buah. Padahal, tubuh membutuhkan gizi seimbang, bukan sekadar rasa kenyang,” jelas Putih.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong hadirnya program makan bergizi gratis sebagai solusi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, program MBG dirancang untuk memastikan masyarakat, khususnya generasi muda, memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
“Fokus utama program ini adalah anak-anak usia sekolah. Pada masa ini, pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak berlangsung sangat pesat, sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang tepat,” jelasnya.
Putih Sari menegaskan bahwa pemberian gizi yang baik sejak dini merupakan investasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan cerdas.
“Jika sejak usia sekolah anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, maka kita sedang membangun fondasi generasi Indonesia yang unggul di masa depan,” tambahnya.
Ia berharap melalui program ini, tidak ada lagi anak-anak yang makan sekadar untuk menghilangkan lapar, tetapi benar-benar mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup sehat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(Ris)
