Kota Cirebon Perkuat Gerakan Lingkungan, Kader hingga Sekolah Didorong Aktif Kelola Sampah

Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyerahkan SK Kader Lingkungan Hidup dan penghargaan lingkungan dalam apel di Halaman Kantor DLH Kota Cirebon, Senin, 24 Agustus 2026./Ist


Cirebon - Pengelolaan sampah di Kota Cirebon didorong agar tidak hanya bertumpu pada pemerintah. Peran warga dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT dan RW dinilai menjadi kunci untuk mengurangi persoalan sampah sejak dari sumbernya.

Upaya tersebut diperkuat Pemerintah Kota Cirebon melalui Apel Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kader Lingkungan Hidup dan Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2026. Kegiatan digelar di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon dalam rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-599 serta peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bertindak sebagai pembina apel. SK diberikan kepada para Kader Lingkungan Hidup, sedangkan penghargaan diserahkan kepada sejumlah pihak yang dinilai aktif mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

Beberapa penghargaan yang diberikan mencakup Lomba Kelurahan Bersih, Lomba Video Aksi GEMAS (Gerakan Mengelola Sampah di Sekolah), serta apresiasi atas partisipasi dan dukungan dalam kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Edo menilai, keberadaan kader lingkungan bukan sekadar bagian dari seremoni. Mereka memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu menjaga kebersihan di wilayah masing-masing sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Edo, lingkungan yang terawat sejak tingkat paling dekat dengan warga akan memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, kader yang telah menerima SK diminta menjalankan perannya secara aktif.

“Kader lingkungan bukan hanya menerima SK, tetapi juga mendapat tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan dan membantu masyarakat,” ujar Edo, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia mengatakan penanganan sampah di Kota Cirebon sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan DLH, kader lingkungan, serta masyarakat yang ikut menjalankan berbagai kegiatan kebersihan.

Meski demikian, Edo menegaskan persoalan sampah belum sepenuhnya selesai. Pemerintah daerah tetap membutuhkan dukungan masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, pola penanganan harus diperkuat dari sumbernya. Sampah yang muncul di rumah tangga diharapkan sudah dikelola sedini mungkin sebelum menjadi persoalan di lingkungan yang lebih luas.

Edo mendorong gerakan tersebut berjalan berjenjang, mulai dari rumah, RT, RW hingga kelurahan. Dengan pola seperti itu, volume sampah yang harus ditangani di tingkat akhir dapat ditekan.

“Kala diulai dari rumah dan lingkungan warga, persoalan sampah bisa ditangani lebih awal sehingga tidak terus menumpuk,” katanya.

Kepala daerah juga mengingatkan bahwa gerakan kebersihan tidak hanya menjadi urusan pemerintah maupun kelurahan. Sekolah, pelaku usaha, rumah sakit, dan kelompok masyarakat memiliki ruang yang sama untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

Ia berharap berbagai capaian yang diraih dalam kegiatan lingkungan tahun ini dapat dipertahankan. Penghargaan yang diberikan diharapkan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pemicu agar semakin banyak wilayah dan kelompok melakukan aksi serupa.

Edo memberikan apresiasi kepada para penerima penghargaan sekaligus mendorong mereka mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Ia juga berharap muncul lebih banyak kelurahan, sekolah, dan pelaku usaha yang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan.

“Yang sudah baik harus dipertahankan dan dikembangkan. Semakin banyak pihak yang bergerak, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Sementara bagi para Kader Lingkungan Hidup yang baru menerima SK, Edo meminta mereka menjalankan tugas secara konsisten. Kader diharapkan dapat membantu pemerintah menyampaikan edukasi sekaligus mengajak warga membangun kebiasaan menjaga kebersihan di lingkungannya.

Penguatan peran masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Cirebon membangun pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya mengandalkan program di tingkat kota, tetapi juga mendorong gerakan yang tumbuh dari lingkungan tempat warga beraktivitas sehari-hari.

Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada proses pengangkutan. Perubahan perilaku sejak dari rumah menjadi salah satu fondasi untuk mewujudkan Kota Cirebon yang lebih bersih dan sehat.

“Mari bersama-sama membantu pemerintah dan warga untuk menjadikan Kota Cirebon sebagai kota yang bersih dan sehat,” pungkas Edo. (Jr)

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama