Walikota Cirebon, Effendi Edo, menyusuri pesisir lokasi akan dibangunnya Giant Sea Wall (foto: Prokompim Kota Cirebon) |
Cirebon – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman menghadiri Workshop Pemantapan
Rencana Pembangunan Tanggul Laut di Segmen Cirebon yang digelar di Pelabuhan Cirebon,
Rabu, 15 Juli 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan
oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura Jawa) tersebut
menjadi bagian dari penyusunan dokumen perencanaan pengembangan wilayah dan
rencana zonasi sebagai landasan pembangunan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa secara
terpadu dan berkelanjutan.
Workshop ini mempertemukan unsur
pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, serta berbagai
pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan dan menghimpun masukan
ilmiah maupun teknis dalam mendukung rencana pembangunan Giant Sea Wall (GSW)
di Segmen Cirebon. Segmen tersebut meliputi wilayah Kota Cirebon, Kabupaten
Cirebon, dan sebagian Kabupaten Indramayu yang menjadi salah satu kawasan
prioritas dalam Rencana Induk Pengelolaan Pantura Jawa hingga tahun 2045.
Seperti yang diketahui, sebagai
salah satu koridor ekonomi nasional, kawasan Pantai Utara Jawa memiliki
kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa. Namun di sisi lain,
kawasan ini menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim, seperti
banjir rob, abrasi, penurunan muka tanah, kenaikan muka air laut, hingga
degradasi ekosistem pesisir. Kondisi tersebut menuntut hadirnya perencanaan
yang komprehensif agar pembangunan mampu memberikan perlindungan bagi
masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.
Melalui Peraturan Presiden Nomor
77 Tahun 2025, pemerintah membentuk Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
(BOP Pantura Jawa) yang bertugas menyiapkan perencanaan, pembangunan, dan
pengembangan kawasan Pantura secara terintegrasi. Salah satu program strategis
yang menjadi fokus adalah pembangunan Giant Sea Wall sebagai upaya jangka
panjang dalam meningkatkan ketahanan wilayah pesisir.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo
menyambut baik penyelenggaraan workshop tersebut sebagai langkah awal dalam
menyusun perencanaan yang matang dan berbasis kolaborasi.
"Pemerintah Kota Cirebon
mendukung penuh proses penyusunan rencana pembangunan Tanggul Laut di Segmen
Cirebon. Perencanaan yang komprehensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan
menjadi kunci agar pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan pesisir," ujar Wali Kota.
Ia menambahkan, sinergi antara
pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, akademisi, dan dunia
usaha perlu terus diperkuat agar setiap tahapan pembangunan berjalan selaras
dengan kebutuhan daerah.
"Kami berharap seluruh
proses perencanaan dapat memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan
secara seimbang. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya meningkatkan
ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim, tetapi juga mampu mendorong
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Cirebon dan
sekitarnya," lanjutnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi
dengan audiensi dan survei lapangan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
Regional 2 Cirebon. Survei tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi
eksisting kawasan pesisir, potensi pengembangan wilayah, serta berbagai isu
strategis yang akan menjadi bahan penyusunan dokumen perencanaan dan rencana
zonasi.
Hasil dari workshop dan survei
lapangan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang implementatif sebagai
dasar pengembangan kawasan pesisir Pantura Jawa yang lebih tangguh,
berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi
daerah. (Nuh)