![]() |
Sosialisasi program MBG di Jakarta |
Jakarta --- Masyarakat terus diedukasi tentang pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Edukasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi program MBG yang digelar di GOR Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Mei 2026. Sosialisasi menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Turut hadir pula anggota DPRD Provinsi DKI, Astrid Margareta, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Rieska Fajarmawati.
Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama atau yang lebih dikenal Uya Kuya memberikan paparan mengenai tujuan dari dibentuknya program MBG. "Salah satu tujuannya yakni untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas hidup masyarakat dalam rangka mencapai Visi Indonesia Emas 2045," tutur Surya.
Surya Utama juga mengungkapkan bahwa manfaat dari program ini dirancang tidak hanya untuk mencerdaskan anak bangsa, namun juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Ini dikarenakan setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Satu dapur yang beroperasi dapat mempekerjakan kurang lebih sekitar 47 orang.
“Bayangkan jika di kecamatan Pancoran terdapat beberapa dapur, maka puluhan sampai ratusan lapangan pekerjaan akan tercipta. Program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan masyarakat, karena melibatkan petani, peternak dan pelaku UMKM lokal untuk menjalin kerja sama dalam hal penyediaan kebutuhan bahan pangan,” ungkap Surya.
Gizi tepat merupakan investasi berharga bagi setiap otak anak yang berarti sama halnya dengan menciptakan investasi pada masa depan Indonesia. Dengan intervensi langsung yang tidak bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga, program ini akan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses gizi berkualitas yang aman dan terkontrol. Langkah ini sangat penting dalam upaya menurunkan stunting dan memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak sejak dini.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian di daerah, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Hid)
