![]() |
Sosialisasi program MBG di Bali |
Bali -- Program MBG bukan sekadar intervensi di bidang kesehatan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, pada Sosialisasi Program MBG di area Masjid Assasut Taqwa, Karangasem, Bali pada Selasa, 17 Maret 2026. Turut hadir perwakilan dari mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).
"Program MBG bukan sekadar intervensi di bidang kesehatan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," tutur Tutik.
Gizi yang baik dan seimbang, lanjut Tutik, adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. "Mengkonsumsi makanan bergizi adalah fondasi utama dalam membentuk fisik dan kecerdasan generasi muda kita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambah Tutik.
Mengingat pentingnya Program MBG, lanjut Tutik, maka pemerintah terus berupaya melakukan sosialisasi program ini. Sehingga masyarakat memahami bahwa program ini merupakan sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Tutik juga menambahkan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan gizi yang masih dihadapi masyarakat Indonesia.
“Kita semua menyadari bahwa gizi merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa kekurangan gizi, seperti stunting dan malnutrisi, masih menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa ini,” ujar Tutik.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, program MBG juga memberikan efek positif terhadap perekonomian lokal. Tutik menjelaskan bahwa program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam rantai pasok pangan.
“Program Makan Bergizi Gratis ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya di tingkat lokal. Program ini mendorong keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan UMKM sebagai pemasok bahan baku serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta mendukung keberhasilan implementasi program MBG secara merata. Program ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting dan malnutrisi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Hid)
