![]() |
Sosialisasi program MBG di Surabaya |
Surabaya -- Komisi IX DPR RI apresiasi dukungan semua pihak untuk suksesnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sosialisasi pun terus digencarkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya makanan bergizi untuk anak bangsa.
Sosialisasi MBG menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, perwakilan mitra kerja, Badan Gizi Nasional (BGN) serta ratusan masyarakat di Balai RW 1 Lakarsantri, Surabaya, Minggu 1 Maret 2026.
"Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program MBG, khususnya di wilayah Lakarsantri yang saat ini telah memiliki dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ," tutur Lucy.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut Lucy, menginginkan agar SPPG hadir di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerataan gizi bagi masyarakat.
Dijelaskan Lucy, program MBG dilatarbelakangi masih adanya masyarakat yang belum merasakan akses terhadap makanan bergizi yang dipantau langsung oleh ahli gizi. Program ini juga menjadi salah satu langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
“Dalam pendirian SPPG di suatu wilayah, termasuk di Lakarsantri, terdapat komitmen untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Tenaga kerja yang direkrut berasal dari warga setempat, serta bahan makanan dibeli dari wilayah sekitar agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga. Dengan langkah ini, program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis menyasar dua kelompok utama, yakni peserta didik (anak TK hingga SMA, santri, serta siswa SLB) dan non-peserta didik (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Program ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, DPR RI memiliki peran penting, antara lain memberikan persetujuan anggaran negara untuk program MBG, memberikan masukan dan rekomendasi terhadap pelaksanaan program, serta melakukan pengawasan dan evaluasi agar program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat Program Makan Bergizi Gratis serta turut mendukung implementasinya demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (Kir)
