Semarang -– Suasana Gedung
Acintya Prasada, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, terasa
hidup siang itu. Mahasiswa memenuhi ruang dengan antusias ketika PT Elnusa Tbk
(Elnusa) hadir melalui program Elnusa Leader Sharing & Action (ELSA).
Mengusung tema “Sharing Insights for Future Generations”, kegiatan ini membuka
ruang dialog yang hangat antara dunia kampus dan pengalaman nyata industri
migas.
Melalui program ELSA, Elnusa
berupaya mendekatkan mahasiswa pada gambaran riil dunia kerja, khususnya di
sektor energi. Tidak sekadar berbagi teori, ELSA dirancang sebagai ruang
belajar bersama yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik di
lapangan, agar mahasiswa memiliki perspektif yang lebih utuh tentang industri yang
akan mereka hadapi di masa depan.
Sebagai bagian dari Subholding
Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Elnusa menjalankan perannya
dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia sektor hulu migas.
Program ELSA menjadi salah satu bentuk kontribusi tersebut, dengan menghadirkan
pembelajaran langsung dari para pelaku industri untuk meningkatkan literasi
energi, kesiapan kerja, serta pemahaman teknologi migas di kalangan generasi
muda.
VP Asset Reliability &
Productivity Elnusa, Nur Kholis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ELSA
merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pengembangan pendidikan.
Menurutnya, keselarasan antara dunia akademik dan kebutuhan industri menjadi
fondasi penting dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan sektor
hulu migas yang terus berkembang, termasuk dalam mendukung peningkatan produksi
nasional dan efisiensi operasi.
Pandangan tersebut sejalan dengan
yang disampaikan Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji. Ia menekankan bahwa
kehadiran Elnusa di lingkungan kampus merupakan bagian dari upaya membuka
wawasan mahasiswa tentang peran industri energi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin mahasiswa memahami
bahwa Elnusa bukan hanya penyedia jasa energi, tetapi juga bagian dari
ekosistem nasional yang berperan menjaga keberlanjutan operasi hulu migas. Dari
sini, kami berharap tumbuh motivasi untuk mempersiapkan diri menjadi talenta
energi yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.
Sesi berbagi pengalaman menjadi
momen yang paling ditunggu. Ahmad Rahmat, Project Leader PT Elnusa Tbk,
mengajak mahasiswa mengenal lebih dekat dinamika pekerjaan di lapangan,
khususnya dalam kegiatan akuisisi dan pemrosesan data seismik. Melalui cerita
dan pengalaman langsung, mahasiswa mendapatkan gambaran tentang pemanfaatan
teknologi dalam operasi hulu migas serta peran profesional energi dalam menjaga
ketahanan energi nasional.
Komitmen Elnusa terhadap dunia pendidikan tidak berhenti pada sesi
berbagi.
Pada kesempatan yang sama, Elnusa
juga menyerahkan hibah alat pendidikan untuk mendukung kegiatan praktikum
mahasiswa Geofisika Universitas Diponegoro. Hibah tersebut meliputi 100 string
Geophone, dua set Trimble GPS, dua set Total Station Leica, serta satu unit
Recording Instrument tipe 428XL. Peralatan ini memungkinkan mahasiswa merasakan
langsung penggunaan teknologi yang lazim digunakan di industri migas.
Dekan Fakultas Sains dan
Matematika Universitas Diponegoro, Kusworo Adi, menyampaikan apresiasi atas
kontribusi Elnusa bagi dunia pendidikan “Kami mengapresiasi dukungan Elnusa
melalui hibah peralatan ini sebagai wujud sinergi nyata antara industri dan
perguruan tinggi. Kami berharap bantuan ini dapat memperkuat kualitas
pembelajaran serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja,”
ujarnya.
Bagi Elnusa, hibah ini merupakan
bagian dari upaya membangun jembatan yang lebih kuat antara industri dan
akademisi. Dengan dukungan peralatan berstandar industri, mahasiswa diharapkan
dapat mengembangkan kompetensi teknis yang lebih aplikatif dan relevan dengan
kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor hulu migas.
Pelaksanaan ELSA di Universitas
Diponegoro melanjutkan rangkaian program serupa yang sebelumnya diselenggarakan
di Universitas Pertamina dan Universitas Padjadjaran. Ke depan, Elnusa akan
terus memperluas jangkauan inisiatif ini sebagai bagian dari kontribusi
perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya
SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan
Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,
melalui penguatan kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi. (Ris)