Kekeringan Cirebon Meluas, Pemkot Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Argasunya

 

BPBD Kota Cirebon menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada warga RT 08/RW 06 Kedung Krisik Utara, Kelurahan Argasunya, saat musim kemarau, Kamis, 6 Agustus 2026./Ist

Cirebon - Kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau dirasakan warga RT 08/RW 06 Kedung Krisik Utara, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Pemerintah Kota Cirebon merespons kondisi tersebut dengan mengirimkan 8.000 liter air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Kamis, 6 Agustus 2026.

Air yang dibawa menggunakan dua tangki tersebut diserahkan secara cuma-cuma kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumber air berasal dari PDAM Kota Cirebon, kemudian pendistribusiannya dilakukan BPBD.

Penyaluran ini menjadi bagian dari respons Pemkot Cirebon terhadap dampak kemarau yang membuat sejumlah wilayah mengalami keterbatasan pasokan air.

Bagi masyarakat di kawasan terdampak, distribusi air menjadi bantuan yang langsung terasa manfaatnya. Warga dapat kembali memperoleh pasokan untuk kebutuhan rumah tangga ketika akses terhadap sumber air semakin terbatas.

Bantuan serupa sebelumnya juga diberikan kepada masyarakat di RW 08 Cadas Ngampar. Dua tangki air bersih dikirim setelah pemerintah menerima aspirasi warga mengenai sulitnya mendapatkan air selama musim kemarau.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan, persoalan akses air bersih menjadi salah satu keluhan yang disampaikan masyarakat.

Menurutnya, durasi musim kemarau yang cukup panjang membuat sebagian warga harus menghadapi keterbatasan sumber air. Pemerintah kemudian menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui distribusi air bersih.

“Musim kemarau yang panjang membuat akses air bersih sulit didapat,” kata Siti Farida.

Respons tersebut menunjukkan bahwa penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan berdasarkan pemantauan pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan laporan dan kebutuhan yang disampaikan masyarakat di lapangan.

Penyaluran ke Kedung Krisik Utara menambah volume bantuan air bersih yang telah diberikan Pemkot Cirebon sepanjang 2026.

Hingga saat ini, total 56.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan ketersediaan air.

Distribusi dilakukan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah yang mengalami dampak kekeringan. Air bersih tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melewati periode kemarau, terutama ketika sumber air yang biasa digunakan tidak mampu memenuhi kebutuhan.

Pemkot Cirebon melalui BPBD juga terus merespons wilayah yang membutuhkan bantuan berdasarkan kondisi di lapangan.

Di tengah keterbatasan pasokan selama kemarau, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak agar persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.(Jr)

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama