Sosialisasi program MBG di Karawang |
Karawang – Keberhasilan Program Makan
Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Namun juga
pada sistem pelaksanaannya.
Hal tersebut diungkapkan anggota
DPR RI Komisi IX, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, pada Sosialisasi Program MBG di
Aula Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang Sabtu, 2 Mei
2025.
“Programnya bagus, didukung dana
yang besar, tujuannya juga mulia, tapi belum tentu mendapatkan hasil yang
bagus,” tutur Cellica. Acara tersebut dihadiri pula perwakilan Direktorat
Promosi dan Edukasi Gizi serta Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang serta ratusan peserta yang sudah menantikan sejak
lama program MBG.
Untuk itu Cellica pun menekankan
pada sistem pelaksanaan yang matang serta pengawasan yang berkelanjutan untuk
keberhasilan program ini. “Itulah perlunya regulasi yang jelas dari awal hingga
ke tingkat bawah serta koordinasi semua pihak,” tutur Cellica.
Cellica juga menyoroti pentingnya
evaluasi dan monitoring secara berkelanjutan agar berbagai kekurangan dalam
pelaksanaan program dapat segera diperbaiki.
“Kekurangan pasti masih banyak
karena ini program baru. Butuh pengawasan, evaluasi, dan monitoring agar bisa
kita benahi bersama. Jangan apa-apa langsung diviralkan, kroscek dan lapor
dulu,” tambahnya.
Selain aspek gizi, Program MBG
dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Program ini
membuka peluang kerja baru, mulai dari tenaga dapur hingga distribusi makanan,
sehingga turut meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Cellica juga menekankan
pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini, melalui
pendekatan multipihak yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas,
pemerintah, dan media.
“Tugas kami di DPR adalah
pengawasan, namun keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi semua pihak
akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media agar benar-benar tepat
sasaran,” jelasnya.
Dengan dukungan dan pengawasan
bersama, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kualitas
gizi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menciptakan generasi
yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (Ris)