Pemkot Cirebon jalin kerjasama dengan BPSDM Kemenhub |
Cirebon
– Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon berupaya memperkuat kualitas pelayanan publik.
Salah terobosan yaitu dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di
sektor transportasi.
Upaya
tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)
antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan
dengan Pemkot Cirebon. MoU tersebut menitikberatkan pada pengembangan SDM
melalui jalur pendidikan dan pelatihan vokasi yang terarah dan berkelanjutan.
Tidak
hanya itu, kerja sama juga diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara
Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD dengan Pemkot Cirebon. PKS ini
secara khusus mengatur pemenuhan serta pengembangan kebutuhan tenaga
profesional di bidang transportasi darat, yang menjadi salah satu sektor vital
dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan kota.
Penandatanganan
kedua kesepakatan tersebut dilaksanakan di Politeknik Ilmu Pelayaran (PPI)
Semarang, Kamis, 9 April 2026. Momentum
ini bertepatan dengan pelaksanaan Wisuda ke-102 dan Pelepasan Perwira
Transportasi Laut, sehingga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang sarat
makna dalam dunia pendidikan transportasi nasional.
Acara
tersebut turut disaksikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia,
Komjen Pol (Purn) Suntana, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas
partisipasi pemerintah daerah dalam mendukung penguatan SDM transportasi di
Indonesia.
"Saya
mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah atau yang mewakili atas
kehadirannya dalam rangkaian penandatanganan MoU dan PKS. Ini merupakan langkah
penting dalam mendukung penguatan kinerja pemerintah daerah melalui pola
pembibitan. Harapannya, program ini dapat berjalan optimal dan mampu melahirkan
ASN di bidang transportasi yang unggul dan profesional," tutur Suntana.
Wali
Kota Cirebon, Effendi Edo, menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret yang
sejalan dengan kebutuhan daerah dalam menyiapkan SDM transportasi yang mumpuni
di masa mendatang. Menurutnya, kualitas SDM menjadi kunci utama dalam menghadapi
tantangan sektor transportasi yang semakin kompleks.
"Kerja
sama ini merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan SDM transportasi yang
kompeten dan profesional. Kami berharap melalui pola pembibitan ini,
putra-putri terbaik Kota Cirebon dapat memperoleh pendidikan vokasi yang
berkualitas, dan setelah lulus dapat kembali mengabdi sebagai ASN di lingkungan
Pemerintah Kota Cirebon," ujarnya.
Pelaksana
Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ujianto, menjelaskan bahwa kerja
sama ini berangkat dari kebutuhan riil pemerintah daerah dalam menjawab
tantangan sektor transportasi ke depan yang semakin dinamis.
Ia
menyebutkan bahwa melalui kesepakatan bersama antara BPSDM Kementerian
Perhubungan dan Pemerintah Kota Cirebon, pola pembibitan menjadi salah satu
solusi strategis untuk mencetak tenaga profesional di bidang transportasi,
khususnya melalui lembaga pendidikan seperti Politeknik Transportasi Darat
Indonesia.
"Alhamdulillah,
ini menjadi langkah penting karena ke depan kita membutuhkan tenaga yang
memiliki kompetensi khusus di bidang transportasi. Salah satu institusi yang
mencetak tenaga tersebut adalah Politeknik Transportasi Darat Indonesia,"
jelasnya.
Lebih
lanjut, Ujianto mengungkapkan bahwa berdasarkan peta jabatan dan kebutuhan
organisasi, Pemerintah Kota Cirebon memproyeksikan kebutuhan sekitar 10 tenaga
ahli di bidang transportasi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
"Kami
telah memetakan kebutuhan SDM, dan dalam lima tahun ke depan diperkirakan
membutuhkan sekitar 10 orang tenaga di bidang transportasi. Nantinya,
putra-putri Kota Cirebon yang berminat dapat mengikuti seleksi melalui pola
pembibitan ini setelah lulus SMA," tambahnya.
Melalui
skema tersebut, para peserta yang berhasil lolos seleksi akan mendapatkan
kesempatan untuk menempuh pendidikan di Politeknik Transportasi Darat
Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan diangkat sebagai ASN
dan ditempatkan di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, khususnya di Dinas
Perhubungan.
Kerja
sama ini diharapkan tidak hanya mampu menjawab kebutuhan SDM secara kuantitas,
tetapi juga meningkatkan kualitas layanan transportasi di Kota Cirebon. "Dengan SDM yang terdidik dan
profesional, sektor transportasi diharapkan semakin mampu mendukung mobilitas
masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," tutur
Ujianto (Kir)