Sosialisasi Program MBG Perkuat Komitmen Peningkatan Gizi dan Perekonomian Lokal di Makassar

 


Sosialisasi MBG di Makassar

Makassar --- Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar bersama mitra kerja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sosialisasi program MBG menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai tujuan, mekanisme, serta dampak strategis program nasional MBG bagi masyarakat di MBG di Cafe Vaan In Sky, Bajiminasa 1, Tamarunang, Mamajang, Makassar pada Selasa, 17 Februari 2026. Pada kesempatan itu, Ashabul Kahfi menyoroti isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait sumber pendanaan program MBG. Ia menegaskan bahwa pendanaan MBG tidak memiliki kaitan dengan anggaran guru.

“Dalam beberapa waktu terakhir, beredar informasi yang mengaitkan sumber pendanaan program MBG dengan anggaran untuk guru. Perlu kami tegaskan bahwa pendanaan MBG tidak berasal dari, tidak mengurangi, dan tidak memiliki kaitan dengan anggaran guru. Hak dan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas dan dialokasikan sesuai ketentuan dalam APBN maupun APBD,” ujar Ashabul.

Ia menjelaskan bahwa program MBG memiliki pos anggaran tersendiri yang telah dirancang melalui mekanisme penganggaran resmi dan terpisah dari sektor pendidikan. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas pembiayaan pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik.

Ashabul Kahfi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. “Kami mengajak masyarakat untuk selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap program-program strategis nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa implementasi MBG di Makassar telah menunjukkan dampak positif yang signifikan, tidak hanya dari sisi kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga terhadap perekonomian lokal. “Adanya program MBG telah menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal dan kondisi tenaga kerja di Kota Makassar. Berbagai efek domino yang muncul tidak hanya memperkuat sektor usaha mikro dan kecil, tetapi juga menciptakan peluang kerja serta meningkatkan kinerja ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

Menurutnya, program MBG mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku usaha dalam rantai pasok kebutuhan pangan dan jasa pendukung. Perputaran ekonomi di sektor riil pun semakin meningkat, memberikan efek berganda pada sektor perdagangan, transportasi, hingga jasa lainnya.

Selain itu, MBG turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya di sektor UMKM dan sektor informal. Banyak pelaku usaha yang terdorong untuk menambah tenaga kerja guna memenuhi kebutuhan produksi dan distribusi.

Di sisi lain, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama. Melalui akses pelatihan, pendampingan, serta peluang pemasaran yang lebih luas, kapasitas pelaku usaha lokal semakin menguat sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Program MBG semakin komprehensif. Implementasi yang terarah dan berkelanjutan diyakini akan memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif. (Kir)

 

 

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama