Cianjur --- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program
andalan pemerintah untuk mensejahterakan dan penguatan gizi masyarakat. Program MBG sejalan dengan visi besar
Indonesia sebagai salah satu persiapan menuju generasi emas di tahun 2045
sehingga sosialisasi pun terus digencarkan.
Sosialisasi program MBG digelar di Yayasan Nurul Falah,
Pesawahan, Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur, pada Minggu,15 Februari 2026.
Sosialisasi menghadirkan anggota Komisi
IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).
Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfah, memaparkan
krusialnya program strategis nasional MBG dalam membentuk generasi berkualitas
dimasa depan. Asupan gizi sejak dini menjadi langkah tepat untuk mengatasi
permasalahan gizi buruk dimasyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu langkah dalam
mengurangi bahkan menghilangkan stunting agar generasi kita menjadi generasi
emas, generasi unggul, generasi tangguh, cerdas, sehat.” ucap Neng Eem.
Program pembelajaran ini secara signifikan memperbaiki dasar
pembelajaran kesehatan fisik dan mental dengan menjamin bahwa semua siswa dapat
menerima asupan nutrisi yang cukup dalam pertumbuhanya.
Transformasi pendidikan tidak hanya perubahan program
pendidikan atau metode dalam mengajar. Lingkungan yang sehat dapat
mempertimbangkan kesejahteraan siswa secara keseluruhan. Pencapaian kualitas
pendidikan yang tinggi memerlukan upaya keras untuk mengatasi faktor sosial
seperti kesehatan dan gizi.
“Di priode ini saya diberi amanah di Komisi IX untuk membantu
melangsungkan Program Makan Bergizi Gratis untuk masyarakat luas agar dapat
menerima mafaat dari program tersebut,” ungkap Neng Eem.
Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyediakan makanan
saja tetapi juga dapat mengedukasi anak-anak tentang pentingnya pola makan gizi
seimbang. Yang pada intinya akan meningkatkan kesadaran pentingnya gizi
dikalangan siswa dan keluarga.
Selain itu program ini juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi
terhadap ketahanan pangan nasional apabila diterapkan dengan efektif dan
konsisten. Para petani, nelayan, peternak, pedangan dapat membantu menyuplai ke
dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibangun. (Nuh)